Melati – Menoreh Didaftarkan jadi Padi Varietas Unggul

Editor: Ivan Aditya

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Yogyakarta mendaftarkan padi varietas lokal Kulonprogo, Melati -Menoreh (Menor) ke Kementerian Pertanian (Kementan) bisa ditetapkan menjadi varietas unggul nasional, bersanding dengan varietas unggul berasal dari daerah lain.

Kepala BPTP Yogyakarta, Suharsono menyatakan optimis Kementan akan menetapkan padi varietas lokal Kulnprogo, Menor akan ditetapkan menjadi padi varietas unggul. Karakteristik padi Menor memiliki keunggulan, tidak dimiliki padi varietas unggul dari daerah lain.

”BPTP telah melakukan pendataan dan mengkarakteristik keunggulan varietas padi lokal Menor di Kulonprogo. Padi Menor berbeda dan memiliki keunggulan yang tidak dimiliki padi varietas unggul,” ujar Suharsono.

Menurutnya, sudah mendaftarkan pengusulan varietas lokal Menor menjadi padi varietas unggul ke Kementan. Naskah akademik disusun berdasarkan data ilmiah yang diperoleh di lapangan. Keunggulannya, memiliki produktivitas tinggi, nasi pulen, rasa enak dan aroma wangi.

Dari hasil pendataan ilmiah karakteristik padi Menor, katanya layak dan memenuhi syarat menjadi varietas unggul, bersanding dengan varietas unggul dari daerah lain, seperti padi raja lele, menthik wangi , menthik susu dan beras pandan wangi. ”Optimis dapat lolos dalam sidang sertifikasi di tahun ini, padi menor ditetapkan menjadi padi varietas unggul,” ujarnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kulonprogo, Muh Aris Nugroho mengharapkan padi Menor yang sudah didaftarkan ke Kementan bisa ditetapkan menjadi varietas unggul nasional. Karakteristik padi Menor tidak mengalami perubahan jika ditanam di daerah lain.

Kelompok Tani Margo Rukun di Kalurahan Wijimulyo, Kapanewon Nanggulan, katanya sudah panen padi Menor yang ditanam pada musim tanam (MT) pertama. Produktivitas panenan padi Menor seluas satu hektare dapat menghasilkan Gabah Kering Giling (GKG) 8,2 ton.

”Produktivitas dapat melebihi rata-rata kabupaten di Kulonprogo, 6,5 ton per hektare. Selain rasa nasinya pulen, beraroma wangi, padi Menor memiliki produktivitas tinggi,” tambahnya. (Ras)

BERITA REKOMENDASI