Mendadak, Kepala BKKBN Kunjungi Penyuluh KB di Rongkop

RONGKOP, KRJOGJA.com – Kunjungan Kerja Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI Dr.(H.C.) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG(K)., ke Yogyakarta, akhir Oktober 2020, merupakan pengalaman yang sangat berharga dan tidak akan pernah terlupakan bagi Koordinator Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) Rongkop Agus Sutoko, S.Sos. bersama segenap PKB lainnya yang ada di Kapanewon Rongkop, Kabupaten Gunungkidul.BKKBN itu.

“Saat itu kami baru saja selesai Solat Asar. Tiba-tiba masuk pesan singkat lewat WA dari Bapak Kepala Perwakilan BKKBN DIY, Bapak Dr Ukik Kusuma Kurniawan SKM MPS MA. Isinya meminta kami memberikan share location dari salah satu warga kami yang menderita sakit kulit di Dusun Pucanganom C, Kalurahan Pucanganom, Kapanewon Rongkop, Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta,” kata Agus Sutoko, melalui keterangan tertulis, Minggu (1/11/2020).

Setelah menerima pesan singkat tersebut, Agus Sutoko bersama teman-teman PKB bergegas membagi tugas. Untuk menindaklanjuti permintaan atau perintah dari Bapak Kepala Perwakilan BKKBN DIY tersebut. “Kami sampaikan bahwa hari ini (Kamis 22 Oktober 2020) sekitar pukul 18.00 WIB akan ada kunjungan dari Kepala BKKBN RI ke dusun Pucanganom C. Yakni dalam rangka menengok Isti Nurjanah, salah satu warga yang menderita sakit kulit sejak lahir. Kondisinya sangat memprihatinkan, sebab hingga saat ini, di usianya yang sudah 23 tahun, dia belum sembuh,” kata Agus Sutoko.

Kepala BKKBN RI diikuti oleh Kepala Perwakilan BKKBN DIY, perwakilan dari RSUP Dr. Sardjito, Bupati Gunungkidul, Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Direktur RSUD Gunungkidul, Dinas Sosial Gunungkidul, dan tamu yang lainnya tiba di rumah kediaman Rustam dan Sukaryani, orang tua dari Isti Nurjanah.

Hasto Wardoyo juga menegaskan komitmen dari Pemerintah Pusat RI melalui BKKBN dan instansi terkait lainnya, untuk memberikan dukungan yang sifatnya moril dan materiil demi kesembuhan Isti Nurjanah.

Rustam menceritakan, penyakit tersebut sudah menyerang Isti Nurjanah sejak lahir. Diawali munculnya tanda bercak coklat atau toh. Tapi anehnya, lama kelamaan toh tersebut mengeluarkan cairan.”Setelah keluar cairan, sekujur tubuh anak kami menjadi melepuh. Diawali melepuh di kedua jari-jari tangannya, lalu menyebar ke sekujur tubuhnya,” kata Rustam, didampingi Sukaryani.

Setelah kejadian tersebut, lanjut Rustam, dari pihak keluarga telah menempuh berbagai upaya dan cara demi kesembuhan Isti Nurjanah. Termasuk, sempat opname sampe tiga kali di Rumah Sakit. Namun, ternyata sampai saat ini belum ada tanda- tanda kesembuhan.

“Alhamdulillah, sampai dengan saat ini, Isti Nurjanah anak kami, masih menjalani perawatan secara intensif di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Ditangani oleh dokter spesialis kulit. Dan terus melakukan kontrol secara rutin juga,” kata Rustam.

Mewakili Kepala Dinas Sosial Gunungkidul Dra. Siwi Iriyanti, M.Si., Kepala Bidang Kesejahteraan Sosial Hadi Hendro Prayoga menuturkan, di satu sisi, Pemerintah Daerah melalui Dinas Sosial juga telah memberikan perhatian dan bantuan kepada Isti Nurjanah dan keluarga dalam berbagai bentuk. Diantaranya kepesertaan Program JKN, menjadi sasaran Program Keluarga Harapan (PKH), Program Kartu Sembako atau Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), dan bantuan kursi roda.

“Di sisi lain, masyarakat secara swadaya tidak henti-hentinya memberikan donasi dan bantuan dalam berbagai bentuk, diantaranya kebutuhan sehari-hari. Yayasan Sedekah Rombongan misalnya, memberikan bantuan dengan mengantarkan Isti Nurjanah saat jadwal pemeriksaan ke RSUP Dr. Sardjito,” ujar Hadi Hendro Prayoga.

“Terimakasih buat Pak Hasto Wardoyo, yang mewakili Pemerintah Pusat RI, dan bapak ibu yang lain atas kunjungannya. Kami sangat bersyukur, dan tidak menyangka ada perhatian yang sungguh besar kepada kami, masyarakat kecil. Semoga bisa membawa berkah kesembuhan buat warga kami Isti Nurjanah,” tambah Agus Sutoko. (*)

BERITA REKOMENDASI