Menhub Dorong Maskapai Pindahkan Penerbangan ke BIY

WATES, KRJOGJA.com –  Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menjelaskan pada masa mendatang, potensi penumpang yang bisa dilayani moda kereta api bandara dinilainya cukup tinggi. Hal tersebut mengacu proyeksi penumpang jasa penerbangan di Yogyakarta yang mencapai 20 juta melalui BIY maupun Bandara Internasional Adisucjipto. 

"Kedua bandara juga beroperasi berbarengan dan saling terkoneksi. Katakanlah sekarang ada 10 juta penumpang, masing-masing bandara lima juta penumpang. Kalau bisa, kita cover semuanya dengan kereta bandara, tapi di sini (BIY) tentu penumpangnya akan terus meningkat," tuturnya.

BACA JUGA :

Menhub Tinjau BIY, Frekeuensi Kereta Perlu Ditambah

DPRD DIY Usulkan 'Mangkubumi' Sebagai Nama Baru Bandara YIA

Tentang jalur kereta menuju BIY, Menhub Budi mengatakan, trasenya akan dibangun dengan kombinasi tipe elevated atau melayang dan at grade atau datar. Jalur tersebut tidak ada yang benar-benar sejajar permukaan tanah melainkan rata-rata jalurnya berada di ketinggian 3-4 meter. Stasiun Kedundang nanti akan diaktifkan lagi jadi stasiun persimpangan dari jalur utama selatan dengan jalur menuju BIY. "Prinsipnya tidak ada yang di tanah, at grade, flat di ketinggian 3-6 meter. Pembebasan lahan tetap perlu tapi nanti orang masih bisa melintas di bawahnya," jelas menhub. 

Dalam upaya menambah jumlah penerbangan khususnya rute luar Jawa, maka Menhub Budi mendorong maskapai memindahkan penerbangan rute luar Jawa ke BIY. Seperti rute Sumatera, Kalimantan dan Nusa Tenggara. 

Sementara itu Sekretaris Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kemenhub, Zulmafendi menegaskan, tahap awal jalur kereta BIY akan dibangun sepanjang 500 meter pada sisi Stasiun Kedundang maupun di area bandara. Lelang pekerjaan akan dilakukan Oktober 2019.

Dirut PT Angkasa Pura (AP) I, Faik Fahmi berharap pembangunan jalan tol dan jalur kereta bandara segera direalisasikan. (Rul)

BERITA REKOMENDASI