Menhub Tinjau BIY, Frekuensi Kereta Perlu Ditambah

WATES, KRJOGJA.com – Rencana percepatan pembangunan infrainfrakstur jalan menghubungkan Bandara Internasional Yogyakarta/ Yogyakarta International Airport (BIY/YIA) di Temon, Kulonprogo dengan Borobudur di Magelang, Jateng sebagai upaya mendukung percepatan petumbuhan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur mendapat dukungan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi.

Menurut Menhub meski nanti ada jalan menuju Borobudur, tapi tidak bisa memastikan rute yang akan dibangun dan moda transportasi yang akan digunakan apakah bus atau otobus. "Yang pasti ada kendaraan massal yang disediakan menuju Borobudur," tegasnya saat meninjau BIY/ YIA, di Temon, Minggu (25/8) sore.

BACA JUGA :

Tak Perlu Ganti Bus, Penumpang KA Bakal Langsung Tiba di Bandara YIA

Damri Layani Penumpang ke Bandara YIA

Menhub menyatakan akan segera menindaklanjuti perihal izin pembangunan jalan tol di Kawasan Bukit Menoreh, seperti yang pernah disampaikan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X beberapa waktu lalu. Jalan tol boleh di bangun di Kulonprogo dengan catatan jauh dari Bandara Internasional Yogyakarta. "Tentang pembangunan jalan kan kewenangan Kementerian PUPR, sehingga nanti tentu pembangunannya akan diupayakan secepat mungkin," ujar menhub.

Terkait transportasi kereta api bandara, PT Kereta Api Indonesia (KAI) diminta menyusun pola operasi perjalanan kereta yang baru yang melintas di Stasiun Kedundang, untuk mendukung konektivitas antarmoda bagi penumpang di BIY. Hingga saat ini moda kereta api belum dimaksimalkan kendati kereta eksisting ada di sini. Ke depan pihaknya akan minta jadwal dibuat lagi sampai Stasiun Tugu saja, sehingga bolak-balik dan frekuensinya lebih banyak. 

"Sekarang baru ada dua rangkaian kereta yang disiapkan melayani penumpang di BIY dan beroperasi dari Stasiun Wojo (Purworejo) – Stasiun Maguwo (Sleman). Untuk sampai ke BIY, penumpang dari Stasiun Tugu membutuhkan waktu sekitar satu jam, kemudian disambung angkutan bus atau shuttle," ungkapnya. 

Menhub mengatakan, kendati waktu perjalanan kereta api yang melayani penumpang bandara saat ini sudah cukup bagus tapi tetap saja masih membutuhkan transportasi armada bus untuk mengantarkan penumpang dari stasiun ke bandara maupun sebaliknya. "Karena itu penambahan frekuensi kereta ke bandara perlu ditingkatkan lagi selain juga nanti akan dibangun jalur khusus kereta bandara dari Stasiun Kedundang ke BIY," terangnya.

Menhu berharap frekuensi perjalanan kereta penumpang BIY bisa diperbanyak lagi. Jika perjalanan dari Stasiun Tugu menuju BIY hanya butuh waktu 35 menit maka tiap 15 menit ada kereta yang berangkat. "Saya minta, hari Rabu Daops VI sudah melaporkan pola operasi yang baru sehingga ada kepastian dengan headway lebih rapat untuk penumpang BIY," katanya. (Rul)

BERITA REKOMENDASI