Menkes Minta ‘Testing’ dan ‘Tracing’ Ditingkatkan

Editor: Ivan Aditya

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Saat ini Kabupaten Kulonprogo masih masuk Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4. Lantaran kasus konfirmasi Covid-19 di kabupaten ini masih tinggi yakni di atas 200-an kasus perhari.

Guna menekan penularan Covid-19, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto SIP, Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin dan Kapolri Jenderal Pol Drs Listyo Sigit Prabowo MSI minta tracing dan testing terhadap kontak erat ditingkatkan. Jika selama ini perbandingannya 1:3 (satu orang positif Covid-19 hanya mentracing atau melacak tiga orang kontak erat) maka ke depan ditingkatkan menjadi 1:6 bahkan 1:8.

Selain memperluas tracing terhadap kontak erat positif Covid-19, pihaknya juga minta perawatan terhadap pasien terkonfirmasi diarahkan ke tempat isolasi terpadu (isoter) agar terpantau sekaligus menghindari kasus kematian. Khusus di Kulonprogo, isoter di Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Giripeni Wates.

“Perawatan pasien terkonfirmasi Covid-19 sebaiknya di isoter bukan isolasi mandiri (isoman) di rumah. Dengan isoter pasien terpantau termasuk kalau terjadi kekurangan obat. Membaik atau memburuknya kondisi kesehatan pasien di isoter bisa terpantau oleh petugas,” tegas Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto SIP saat bersama Kapolri Jenderal Pol Drs Listyo Sigit Prabowo Msi dan Menkes Budi Gunadi Sadikin meninjau vaksinasi Covid-19 massal di Taman Budaya Kulonprogo (TBK), Kalurahan/ Kapanewon Pengasih, Sabtu (21/08/2021).

Rombongan Panglima TNI disambut Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X, Bupati Kulonprogo Drs Sutedjo, Wabup Fajar Gegana, Ketua DPRD setempat Akhid Nuryati SE dan Sekretaris Darah (Sekda) Kulonprogo Ir RM Astungkoro. Panglima TNI mengungkapkan, TNI-Polri dan pemda terus mengimbau masyarakat agar menjalani isoter. Bagi kontak erat yang dinyatakan negatif boleh isoman di rumah lima hari. “Tujuannya agar kasus konfirmasi di Kulonprogo bisa mencapai angka 150 dengan status PPKM level 3, 2 bahkan level 1,” tuturnya.

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menegaskan, pemerintah terus mengevaluasi PPKM Level 1-4 dan memberi assesment. Sekarang ada beberapa kelonggaran bagi masyarakat untuk beraktivitas, tapi kelonggaran berkegiatan berpotensi meningkatnya interaksi masyarakat dan berisiko melonjaknya penularan Covid-19.

“Di tengah kelonggaran kami minta masyarakat tetap prokes dan mentaati aturan pemerintah sehingga potensi tertular dan menulari bisa ditekan. Vaksinasi mewujudkan herd immunity atau kekebalan kelompok,” ujarnya.

Vaksinasi terus ditingkatkan agar banyak masyarakat mulai beraktivitas terlindungi vaksin. Yang terpapar Covid-19 ada pilihan menjalani isoter yang disiapkan pemerintah daerah. Ketimbang isoman di rumah lebih baik memanfaatkan isoter.

“Pengawasan petugas dan ketersediaan obat di isoter lebih terjamin dibanding isoman di rumah, kadang-kadang lepas dari pengawasan petugas dan obat-obatan terbatas. Pilihan yang diberikan pemerintah tentu yang terbaik agar masyarakat segera sembuh dan yang tidak terpapar terlindungi dari Covid-19,” ujarnya.

Menkes Budi Gunadi Sadikin mengatakan, tracing dan testing harus dilakukan sejak awal untuk mendapat perawatan terbaik, sehingga menghindari kasus kematian. Jika penelusuran dan pengetesan tidak dilakukan sejak dini, pihaknya khawatir banyaknya kasus kematian beberapa waktu lalu di DIY akan terulang lagi, karena terlambat penanganan.

“Jangan takut ditracing testing karena tujuannya untuk penanganan cepat kasus Covid-19. Sebaiknya jujur kemudian isoter, insya Allah segera sembuh,” katanya. (Rul)

BERITA REKOMENDASI