Merebak Klaster Perkantoran di Kulonprogo, Prokes Belum Maksimal

Editor: KRjogja/Gus

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Penularan perkantoran di Kabupaten Kulonprogo ada pada sembilan titik lokasi yakni pada satu organisasi perangkat daerah (OPD), satu sekolah, satu bank, dan PT Angkasa Pura (AP), kalurahan, dua puskesmas, dan rumah sakit. Kesembilan perkantoran saat ini terjadi penularan di dalamnya mencapai ratusan. Penularan di perkantoran ini menandakan bahwa pelaksanaan protokol kesehatan (prokes) sehari-hari belum maksimal.

“Kamis (24/06/2021) kami lakukan tracing di tiga OPD lain yang diduga juga kemungkinan ada penularan. Diharapkan hasilnya negatif, karena ada satu atau dua pegawainya positif. PT AP 1 ada 16 yang positif dan sudah selesai, bersamaan dengan salah satu bank kemarin. Ini karena banyak pendatang, bukan ber KTP Kulonprogo, mereka tinggal menunggu berakhirnya isolasi,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Kabupaten Kulonprogo drg Baning Rahayujati MKes, Jumat (25/06/2021).

Penularan di perkantoran, mayoritas karena salah satu pegawai yang berstatus kontak erat atau bahkan ada yang sakit tetapi tetap masuk. Ini menunjukkan prokes di perkantoran sehari-hari belum maksimal. “Misal buka masker, atau makan bersama. Saya menerima surat dari Kemenkes berkaitan dengan tingginya kasus di Fasyankes dan hasil pelacakan mayoritas itu adalah karena kegiatan makan,” ungkap Baning.

Surat dari Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes, bahwa RS mengupayakan di lingkungannya tidak ada kegiatan makan bersama-sama. “Sebab ada yang saat pelayanan sudah pakai APD , tapi setelahnya makan bersama dan salah satunya mungkin sudah membawa virus dari rumah. Merubah perilaku tidak mudah. Kita harus selalu tertib prokes, dan maksimalkan vaksinasi,” pungkas Baning. (Wid)

BERITA REKOMENDASI