Momentum Idul Adha, Pererat Persatuan Umat

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Saat ini kita merasakan, bahwa persatuan muslimin yang diperlihatkan dalam ibadah haji dan Hari Raya Idul Adha 1440 ini justru terlihat kontras dengan realitas keseharian umat manusia saat ini. Persatuan dan persaudaraan umat, kini sedang terkoyak hanya karena perbedaan ‘baju,’ warna, kelompok dan kepentingan. Akibatnya, mereka mudah dibenturkan dan diadu oleh musuh-musuhnya.

"Oleh karena itu, mari kita jadikan momentum Hari Raya Idul Adha 1440 H untuk merajut kembali persatuan dan persaudaraan untuk menggapai kejayaan dan kemakmuran anak Bangsa Indonesia,” kata KH Kadirun SSy saat khotbah Idul Adha 1440 H di Alun-alun Wates, Minggu (11/08/2019). Salat Idul Adha yang diimami Muhammad Nur Fikruddien ini diikuti ribuan umat Islam di wilayah Wates dan sekitarnya. Tampak Wakil Bupati Drs H Sutedjo berada di deretan shof terdepan. Pengamanan terhadap pelaksanaan salat Idul Adha selain dari Kepolisian juga dibantu Orang Muda Katolik (OMK).

Lebih lanjut Kadirun mengatakan, saat ini umat Islam seluruh dunia sedang berkumpul di Tanah Suci untuk memenuhi panggilan Allah SWT. Mereka melempar Jumroh Aqobah di Mina sebagai simbol perlawanan terhadap kekuatan jahat yang selalu mengganggu manusia. "Meskipun mereka beraneka ragam suku, bangsa, bahasa, dan warna kulit, namun mereka berbaur, berpadu, dan menyatu dalam menjalankan syariat Allah SWT. Mereka serentak menyatakan kesediaannya memenuhi panggilan Allah SWT,” kata Kadirun.

Wajah-wajah mereka, kata Kadirun, dapat dipastikan tidak ada perselisihan, percekcokan dan permusuhan. Mereka menanggalkan segala atribut yang biasanya menjadi biang perpecahan dan percekcokan. Mereka juga mengenakan warna pakaian, aktivitas ibadah dan lantunan kalimat yang diucapkan sama. Hal ini menunjukkan umat yang telah dipersatukan dengan keyakinan yang satu, akidah Islamiyyah. 

Lebih lanjut Kadirun menyatakan, berkurban merupakan karya nyata yang bermanfaat bagi orang banyak. Sebab manfaat kurban bisa dirasakan langsung oleh setiap orang, serta dapat menghidupkan fisik dan psikis. "Setiap Hari Raya Idul Adha, kita juga selalu diingatkan oleh peristiwa besar berupa pengorbanan hamba Allah, yaitu Nabi Ibrahim AS dan putranya Ismail AS. Keduanya telah membuktikan ketaatan dan kecintaannya kepada Allah SWT di atas segala-galanya," kata Kadirun.

Sementara itu, saat takbiran Sabtu (10/08/2019) malam, PHBI PCM Wates Kota menggelar kejuaraan lomba takbir. Juara kategori TPA 1. TPA Abdulmanan, 2. TPA Ash Shofaat. Kategori Umum juara 1. Risma At Taubat, 2. Risma Gadingan, 3. Masjid Al Muqobbin. Komandan Terbaik TPA/TPQ Syafik (TPA Abdul Manan), Komandan Terbaik Umum Rian Sugiharto (Risma Gadingan), maskot terunik At Taubat, display terbaik TPA Ash Shofaat, properti terunik At Taubat.(Wid)

BERITA REKOMENDASI