Mulai Muncul Retakan Tanah, Kenali Tanda Potensi Longsor

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Muncul beberapa titik retakan tanah di daerah rawan bencana tanah longsor di Kulonprogo. Retakan tanah yang muncul di musim penghujan berpotensi terjadi tanah longsor. 

Informasi yang berhasil dihimpun di Pusat Pengendalian Operasional (Pusdalop) Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kulonprogo, menyebutkan di lokasi munculnya retakan tanah belum terpasang alat peringatan dini atau Early Warning Sistem (EWS) tanah longsor.

Muncul retakan tanah di Pucung, Desa Ngargosari Kecamatan Samigaluh, menyusul sering turun hujan di wilayah tersebut. Panjang retakan sekitar 15 meter dengan ketebalan lapisan tanah sekitar dua meter mengancam satu rumah warga.

Kemudian retakan tanah di jalan kabupaten Pucung  Petet sepanjang kurang lebih 16 meter. Sebagian bahu jalan ambles sehingga terjadi perbedaan ketinggian sekitar 10 cm. Di Parakan, Desa Sidomulyo Kecamatan Pengasih muncul retakan tanah sepanjang kurang lebih 12 meter menyusul talut longsor. 

"Anggota TRC sudah diperintahkan melakukan assessment sekaligus mengambil langkah-langkah yang diperlukan. Harapannya tidak sampai terjadi longsor," ujar Edi Wibowo, Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kulonprogo, Sabtu (21/12/2019).

Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kulonprogo, Heppy Eko Nugroho menyatakan sudah terpasang EWS 93 unit di daerah rawan tanah longsor. Pemasangan di lokasi pergerakan tanah yang banyak rumah warga.

Menurutnya, dari tiga laporan munculnya retakan tanah, belum terpasang EWS. Meskipun demikian masyarakat dapat melakukan mitigasi dengan mengenali tanda-tanda awal perpotensi terjadi tanah longsor.

Jika muncul retakan tanah, katanya, segera menutup retakan dan membuatkan saluran agar air hujan tidak masuk ke dalam retakan. Perlu kewaspadaan jika keluar air keruh dari dalam tanah, tegakan tanaman dalam posisi miring dan muncul longsoran-longsoran kecil.

"Masyarakat perlu waspada dan memahami tanda-tanda akan terjadi tanah longsor. Segera mengungsi ke tempat aman karena berpotensi terjadi longsor," tambahnya.(Ras)

BERITA REKOMENDASI