Munculnya ‘KAS’, Masyarakat Diminta Selalu Waspada

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Masyarakat diminta selalu waspada terhadap kegiatan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) ilegal meskipun kemunculan Keraton Agung Sejagat (KAS) di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, telah ditangani kepolisian. 

Kepala Badan Kesatuan Kebangsaan dan Politik (Kesbangpol) Kulonprogo Budi Hartono yang ditemui di ruang kerjanya, baru-baru ini, menyatakan pasca kemunculan KAS di Purworejo, meningkatkan pemantauan kegiatan masyarakat di wilayahnya. Ketentraman dan ketertiban tetap terjaga kondusif di Kulonprogo. "Meskipun demikian meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap kegiatan yang dapat menimbulkan keresahan," ujar Budi Hartono. 

Menurutnya, diminta berhati-hati mengikuti kegiatan Ormas di tengah masyarakat. Ormas yang dapat melaksanakan kegiatan dengan melibatkan masyarakat harus memiliki Surat Keterangan Terdaftar (SKT) di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). 

Untuk menciptakan ketentraman di masyarakat, katanya, Kesbangpol sudah meminta keterangan ke sejumlah orang asal Kulonprogo yang menghadiri acara peresmian KAS. Yang hadir pada acara tersebut di antaranya pernah aktif dalam kegiatan organisasi Dec-Yogyakarta di  2014 silam.

"Mereka mengaku termasuk menjadi korban peresmian KAS. Untuk acara terebut ada yang membayar iuran sekitar Rp 3,5 juta untuk seragam pada acara peresmian," tuturnya.

Dikatakan, di Kuloprogo keanggotaan Dec-Yogyakarta diperkirakan mencapai ratusan orang karena kepengurusan di setiap wilayah desa berjenjang, minimal empat orang. 

Sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai kemunculan kerajaan-kerajaan palsu belakangan ini hanya sekadar mencari sensasi dan hiburan belaka. Ia pun tak mau menanggapinya sebagai suatu hal serius.

"Ya, itu hiburan saja," kata Jokowi saat berbincang dengan media di Istana Merdeka.

Kepala Negara pun merespons pertanyaan tentang kemunculan Keraton Agung Sejagat itu dengan singkat dan tersenyum.

Masyarakat dihebohkan terkuaknya sejumlah kerajaan palsu. Setelah Keraton Agung Sejagat di Purworejo, Jawa Tengah. Kemudian, muncul pula Keraton Djipang di Blora dan Sunda Empire-Earth Empire.

Di Purworejo, Toto Santoso Hadiningrat yang mengaku sebagai Raja Keraton Agung Sejagat telah ditahan bersama Sang Ratu, Fanni Aminadia. Polisi juga mengamankan barang bukti berupa KTP pelaku serta sejumlah dokumen palsu.(Ras)

 

BERITA REKOMENDASI