Musim Hujan, Irigasi Pertanian jadi Fokus

WATES, KRJOGJA.com – Irigasi pertanian menjadi persoalan serius, meskipun saat ini telah memasuki musim penghujan di wilayah Kulonprogo. Hingga memasuki Desember 2018, persediaan air belum mencukupi untuk pengolahan lahan di sawah irigasi teknis golongan 2.

Kepala Seksi Bina Manfaat, Bidang Pengairan, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Kawasan Pemukiman Kulonprogo, Kuntarso, Jumat (7/12) mengungkapkan keterbatasan persediaan air menjadi persoalan serius bagi penggarap sawah irigasi teknis golongan 2.

Menurutnya, persoalan tersebut terungkap dalam pertemuan rutin limabelas harian, pengurus Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A) di Aula Dinas PUPKP Kulonprogo. Petani mengalami keterlambatan pengolahan lahan satu bulan lebih menghadapi tata tanam pertanian 2018. "Petani penggarap sawah golongan 2 belum bisa mengolah lahan. Pascaperbaikan jembatan Talang Bowong di saluran induk Kalibawang, pengairan irigasi belum maksimal," ujar Kuntarso.

Petani penggarap sawah golongan 2 yang mendapatkan pengaliran irigasi teknis dari Bendung Papah, Pengasih Barat, Pengasih Timur dan Pekik Jamal, belum memulai pengolahan lahan. Suplai air dari sistem induk Kalibawang sampai di saluran irigasi Kemukus, baru sekitar 3,2 meter kubik dari kebutuhan
4 meter kubik perdetik. (Ras)

BERITA REKOMENDASI