Nelayan Pantai Congot Kembali Semangat Melaut

Editor: Ivan Aditya

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Nelayan Pantai Congot membiasakan berangkat melaut pada siang dan sore hari setelah mengetahui ikan hasil tangkapan cukup menggiurkan. Adapun alat tangkap yang dipergunakan jenis jaring kambangan milenium. Berbeda dengan kebiasaan sebelumnya yang melaut menggunakan Perahu Motor Tempel (PMT) pada saat gelombang laut masih kecil di pagi hari dan siang hari kembali mendarat di pantai.

”Di antara nelayan yang berangkat sore hari semalaman menunggu jaring di laut. Kembali ke daratan menjelang pagi. Hasil tangkapan lumayan sehingga jarang yang melaut di pagi hari,” ujar Aping, nelayan di Pantai Congot.

Baca juga :

Penuhi Syarat, Garuda-Air Asia Siap Buka Rute Internasional di BIY
Rencana Relokasi Rutan Wates Tertunda

Menurutnya, sekitar 12 nelayan dengan mengoperasikan 6 PMT setiap hari berangkat melaut pada siang atau sore hari. Nelayan yang berangkat siang hari hanya untuk menebar jaring dan kembali ke daratan.

Pada hari berikutnya melaut untuk mengangkat jaring dan mendarat membawa ikan hasil tangkapannya. Sedangkan yang berangkat sore hari, memasang jaring malam hari.

”Ikan tangkapan dari enam perahu yang melaut hari ini sekitar 6 kuintal. Sebagian besar jenis ikan mengambang seperti tengiri dan jahan. Pendapatan nelayan mencapai sekitar Rp 16 juta,” ujar Rubingan.

Sejak cuaca dan gelombang laut selatan tidak menentu, katanya, para nelayan terus berupaya dapat melaut. Sebelumnya melaut pada pagi hari, saat gelombang kecil. Beberapa bulan terakhir gelombang besar sehingga menunggu gelombang kecil hingga siang hari.

Meskipun berangkat siang hari, ikan hasil tangkapan tidak kalah yang berangkat melaut siang hari. ”Nelayan berusaha dapat melaut karena pada saat gelombang besar seperti ini biasanya banyak ikan,” katanya. (Ras)

BERITA REKOMENDASI