Nelayan Pantai Congot Mengubah Jadwal Melaut

Editor: Ivan Aditya

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Para nelayan Pantai Congot mengubah jadwal melaut untuk menghindari terjangan gelombang besar di sepanjang perairan pantai selatan Kulonprogo. Melaut saat gelombanag kecil pada siang atau sore hari menggunakan perahu motor tempel (PMT) dengan jelajah terbatas.

Ikan hasil tangkapan cukup menggiurkan bagi nelayan lain yang hampir setengah tahun paceklik atau tidak melaut akibat cuaca dan gelombang tinggi. Melaut siang atau sore hari untuk menebar jaring nilon kambangan dan pengangkatan jaring pada hari berikutnya.

Baca juga :

Kembalikan Kejayaan Samas, Hilangkan Labeling Negatif
Pemanfaatan Benih Padi Hibrida Belum Maksimal

“Sekali melaut mendapatkan ikan tengiri hingga 20,4 kuintal. Terjual di TPI (Tempat Pelelangan Ikan) sekitar Rp 18 juta,” ujar Rubingan, nelayan di Pantai Congot.

Menurutnya, ikan tangkapan tidak menentu meskipun dapat dikatakan lumayan. Sebagian besar tangkapan jenis ikan mengambang seperti jahan, tengiri, barakuda, talang dan kue-kue. Pendapatan dalam satu bulan dapat mencapai Rp 30 juta.

Sebagian nelayan mengubah jadwal pemberangkatan melaut karena pada pagi hari gelombang besar. Ketinggian gelombang mencapai tiga meter lebih. Sedangkan pada siang hari gelombang sudah bisa ditembus PMT. Setiap hari antara enam sampai tujuh perahu nelayan di Pantai Congot melaut.

“Tangkapan hari ini ikan jahan. Hasil tangkapan lumayan mencapai 3,6 kuintal. Ikan dijual di TPI. Penghasilan keseluruhan sekitar Rp 3,2 juta,” kata Teguh, nelayan rekan Rubingan.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) TPI, Dinas Kelautan dan Perikanan (DPK) Kulonprogo, Suryadi dan Kepala Sub Bagian Tata Usaha (TU) Musyati mengakui sebagian nelayan pantai selatan Kulonprogo melaut meskipun gelombang laut belum kembali normal. Menurutnya, nelayan mensiasati gelombang besar berangkat melaut tidak seperti biasanya. “Baru sebagian nelayan di Pantai Congot, Karangwuni dan Pantai Bugel yang sudah melaut,” ujar Musyati. (Ras)

BERITA REKOMENDASI