New Normal Jangan Timbulkan Persoalan Sosial Baru

Editor: Ivan Aditya

KULONPROGO, KRJOGJA.com – New Normal atau normal baru sebuah keniscayaan, sesuatu yang harus dilalui dan dilakukan. Setiap siklus kehidupan harus ada penyesuaian-penyesuaian. Sehingga semuanya harus mengikuti dengan pola yang baru. Namun kondisi new normal jangan sampai menimbulkan sebuah persoalan sosial baru.

“Hal yang paling pokok bagi saya, adalah bagaimana ini menjadi sebuah budaya baru. New normal adalah sesuatu yang sifatnya sementara karena nanti kalau sudah ditemukan vaksinnya kembali ke tradisi baik yang sudah ada,” ujar Ketua Fraksi PDIP dan Komisi IV, Istana kepada KRJOGJA.com, Sabtu (06/06/2020).

Menurut Istana, dalam kondisi normal baru jangan sampai menimbulkan sebuah persoalan sosial baru. Semua kehidupan sosial tetap terjaga, silaturahmi, komunikasi dan lain sebagainya tetap harus berjalan, lebih-lebih kegiatan ekonomi, pemberdayaan, pendidikan.

“Karena dengan begitu kita bisa bertahan. Bukan berarti pada normal baru kita diam pakai masker saja. Tetapi semuanya harus dijalankan dalam kondisi tata kehidupan baru yang memahami protokoler kesehatan dalam kerangka mencegah penyebaran Covid-19,” katanya.

Istana menandaskan, masyarakat harus cerdas menyesuaikan kondisi ini. Kehidupan ekonomi, kesejahteraan sosial, pendidikan semua tetap berjalan, sambil berdisiplin diri.

“Masing-masing mendisiplinkan diri untuk mengikuti protokoler kesehatan. Isi protoprotokoler kesehatan sudah tersosialisasi dengan baik di masyarakat dan terus dikampanyekan, diantaranya budaya cuci tangan, memakai masker, jaga jarak, makan makanan yang sehat. Kegiatan kita harus ditambah dengan protokoler kesehatan ini,” tambahnya. (Wid)

BERITA REKOMENDASI