Nyadran Agung Digelar Tanpa Penonton

Editor: Ary B Prass

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo menggelar tradisi Nyadran Agung secara sederhana di Exhibition Hall Taman Budaya Kulonprogo (TBK), Pedukuhan/ Kalurahan/ Kapanewon Pengasih, Selasa (29/3/2022).

Ritual tersebut rutin diadakan saat menyambut bulan suci Ramadan dan sebagai upaya melestarikan Budaya Jawa, terutama saat belum terjadi pandemi Covid-19.

Prosesi Nyadran Agung diwarnai kirap gunungan tumpeng tapi tanpa disaksikan masyarakat, sehingga yang memperebutkan gunungan sebagai media ngalap berkah justru para pejabat Eksekutif dan Legislatif.

Ketua panitia acara, Drs Wasiludin mengatakan, Nyadran Agung digelar untuk mendoakan para leluhur dan tradisi ini rutin dilaksanakan setiap tahun pada Ruwah sebelum puasa. “Tradisi Nyadran Agung bersumber dari budaya leluhur,” kata Wasiludin.

Sementara itu Bupati Kulonprogo, Drs Sutedjo menjelaskan, Nyadran Agung dapat dijadikan moment  mendoakan leluhur sekaligus pula melestarikan budaya Kulonprogo.

“Melalui upacara ini, kita berdoa agar Kulonprogo menjadi adem, ayem, tentrem, makmur lan kerta raharja. Selain itu sekaligus menjadi momen untuk melestarikan budaya Kulonprogo,” ucap Sutedjo. (Rul)

BERITA REKOMENDASI