Obwis Hutan Mangrove Dikelola Satu Manajemen

WATES (KRjogja.com) – Pengelolaan objek wisata (obwis) hutan mangrove di Pedukuhan Pasir Mendir dan Pasir Kadilangu Desa Jangkaran Kecamatan Temon disarankan untuk digabung dalam satu manajemen. Sedangkan pemerintah desa setempat dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Damar diimbau melakukan pendampingan terhadap pengembangan hutan mangrove sebagai destinasi wisata baru di kawasan pantai Kecamatan Temon tersebut.

Saran tersebut disampaikan Ketua DPRD Kulonprogo Akhid Nuryati SE saat rapat koordinasi (rakor) pimpinan dan anggota dewan bersama jajaran eksekutif diantaranya Assekda I, Dinas Pariwisata, Bagian Hukum dan Camat Temon.

[Baca Juga : Wisatawan Ditarik Retribusi Dua kali]

Akhid mengungkapkan pengelolaan obwis hutan mangrove di dua pedukuhan itu dilakukan oleh tiga kelompok masyarakat secara terpisah. Kondisi tersebut dinilai kurang bagus karena bisa menimbulkan gesekan konflik internal di dua pedukuhan tersebut. "Sebaiknya tiga kelompok pengelola obwis hutan mangrove dilebur jadi satu saja," katanya.

Menurut Akhid selama ini upaya pengembangan hutan mangrove di Pedukuhan Pasir Mendit dan Pasir Kadilangu dilakukan oleh LSM Damar. Untuk itu LSM Damar dan perangkat desa setempat hendaknya memfasilitasi agar kelompok yang ada bergabung menjadi satu saja.

[Baca Juga : Soal Penarikan Retribusi Hutan Mangrove, Ini Penjelasan Petugas]

"Saya minta pak camat memfasillitasi dan mengusahakan agar mereka bersatu. Ini penting agar tidak muncul gesekan. Kalau sudah bersatu dilakukan koordinasi dengan Jogoboyo Purworeja Jawa Tengah," tuturnya, Kamis (01/09/2016). (Rul)

 

BERITA REKOMENDASI