Pagelaran Wayang, Media Tepat Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan

KALIBAWANG (KRjogja.com) – Majelis Permusyawaratan Perwakilan Republik Indonesia (MPR RI) bertekad menempatkan bangsa Indonesia yang berkepribadian dalam berkebudayaan. Untuk itu pribadi yang harus ditumbuhkkembangkan harus sesuai dengan Kebudayaan Indonesia, salah satunya budaya Jawa. Pagelaran wayang kulit merupakan satu diantara sekian banyak kesenian tradisional Jawa yang bisa dijadikan media tontonan sekaligus tuntunan dalam menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara.  

"Pementasan wayang kulit merupakan salah satu media praktis mensosialisasikan empat pilar kebangsaan sehingga dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara tidak lepas dari Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. Melalui pagelaran wayang kulit suasana sosialisasi akan cair karena sesuai dengan budaya dan bersentuhan langsung dengan masyarakat setempat," kata anggota MPR RI dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (FPDI) Drs HM Idham Samawi usai menghadiri Pagelaran Wayang Kulit lakon 'Semar Mbangun Jiwa' dengan Dalang Ki Seno Nugroho di Lapangan Dekso Desa Banjararum Kecamatan Kalibawang, Rabu (27/7/2016) malam.

Kegiatan dalam rangka sosialisasi empat pilar kebangsaan dihadiri anggota MPR RI dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Drs H Zainut Tauhid Saadi, Kapten Djoni Rollindrawan (Fraksi Partai Hanura), Drs Fadholi (F Partai Nasdem) dan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dari daerah pemilihan DIY M Afnan Hadikusuma.  

Lebih lanjut Idham mengungkapkan, lembaga MPR akan terus mendorong pemerintah pusat agar Bangsa Indonesia tidak semakin jauh tersesat dan kembali ke jalan yang benar. "Semenjak era reformasi Pendidikan Kewarganegaraan memang tidak lagi menjadi pelajaran wajib di sekolah. Karena itu MPR bertekad memperbaiki undang-undang sehingga Pendidikan Kewarganegaaan tidak spesifik Pancasila, jadi pelajaran wajib di setiap jenjang pendidikan," tegasnya. (Rul)

 

BERITA REKOMENDASI