Pandemi Covid-19, Aliansi Pekerja Seni Kulonprogo Tak Ada ‘Job’

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Pelaku seni yang tergabung dalam Aliansi Pekerja Seni Kulonprogo audiensi dengan Wakil Bupati (Wabup) setempat Fajar Gegana. Mereka mengadukan nasib tentang sepinya job atau tanggapan dan tidak menentunya omset selama pandemi virus corona.

“Kami audiensi dengan mas Wabup Fajar Gegana untuk menyampaikan agar Pemkab Kulonprogo memperbolehkan kegiatan pentas seni dan pagelaran atau sejenisnya pada masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) pandemi Covid-19. Tentunya izin pentas yang kami maksud dibarengi dengan adanya regulasi yang tidak melanggar protokl kesehatan penanganan virus Corona,” kata Koordinator Aliansi Pekerja Seni Kulonprogo, Ki Anom Sucondro di ruang wabup, Senin (20/7/2020).

Nampak hadir mendampingi wabup dalam audiensi terbatas tersebut, Kepala Dinas Kebudayaan Kulonprogo Dra Niken Probolaras, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Eko Wisnu Wardhana SE. Sementara anggota Aliansi Pekerja Seni Kulonprogo diantaranya Pekerja Sound Komersil Kulonprogo, Penyelenggara Jasa Hiburan dan Event serta Badan Kejasama Antar Event.

Selama pandemi virus Corona ungkap Anom, para pekerja seni khususnya tradisional betul-betul ‘mati’ dan tidak mendapatkan penghasilan. Padahal kebanyakan seniman sangat mengandalkan pemasukan dari pentas dan pagelaran. “Hampir empat bulan kami tidak ada kegiatan sementara kebutuhan keluarga terus meningkat. Karena itu pada masa AKB kami ingin ada regulasi yang mengatur di Kulonprogo boleh mengadakan kegiatan kesenian tanpa mengabaikan protokol kesehatan,” harap Anom yang juga dalang kondang dari Kapanewon Girimulyo Kulonprogo.

BERITA REKOMENDASI