Pandemi Covid-19 Berkah Bagi Peternak Kelinci

Editor: Ivan Aditya

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Bagi sebagian peternak kelinci di kawasan perbukitan menoreh, Kabupaten Kulonprogo, pandemi Covid-19 justru membawa berkah tersendiri. Lantaran saat sektor bisnis lain terpuruk, usaha penjualan kelinci justru meningkat hingga omzet mereka mencapai belasan juta rupiah setiap bulannya.

Suryadi (46) peternak kelinci asal Kalurahan Gerbosari, Kapanewon Samigaluh mengungkapkan, awal terjadi pandemi, banyak orang dari berbagai daerah datang ke peternakannya untuk membeli kelinci. Karena tingginya permintaan tidak jarang dirinya menolak pesanan pembeli.

“Saking banyaknya konsumen yang datang, saya sampai kewalahan dan harus mengambil dari tempat lain untuk memenuhi pesanan pelanggan,” katanya di peternakan kelinci miliknya, Surya Jaya, Kamis (07/10/2021).

Pembeli datang dari berbagai daerah di antaranya Magelang, Kebumen dan Gunung Kidul bahkan ada yang dari Lampung. Tingginya permintaan pasar kelinci menyebabkan omzet usahanya meningkat tajam.

“Untuk saat ini pendapatan saya bisa mencapai Rp 6 – Rp 12 juta perbulan. Itu khusus dari penjualan kelinci lokal pedaging dengan rata-rata harganya Rp 700.000 – Rp 800.000 perekor. Sedangkan kelinci hias impor, Flamish Giant dan Rex bisa mencapai Rp 2 juta perekor,” ungkapnya menambahkan harga Rp 2 juta tersebut untuk kelinci berumur tiga bulan. Kalau usianya lebih dari satu tahun bisa mencapai Rp 4 – 6 juta.

Bisnis peternakan kelinci sudah ditekuninya sejak 15 tahun silam. Awalnya hanya hobi kemudian berkembang menjadi usaha yang menjanjikan. Dalam menjalankan usahanya, Suryadi awalnya hanya menyediakan kelinci lokal tapi sekarang dirinya menyiapkan berbagai jenis kelinci hias impor dengan harga jutaan rupiah. “Untuk jenis kelinci hias impor ada New Zealand White, Flemish Giant, Rex, Califfornian, Hyla dan Hycoll,” katanya.

Kelinci lokal biasanya konsumen memanfaatkan dagingnya untuk dikonsumsi sementara yang hias impor jadi kelangenan atau hewan peliharaan. “Jenis kelinci mahal biasanya diternakkan kembali dan dipelihara untuk diikutkan kontes. Prinsipnya perawatan kelinci pedaging maupun hias hampir sama,” ujarnya. (Rul)

BERITA REKOMENDASI