Panjang Kerusakan Jalan Kabupaten di Kulonorogo Capai 370,8 Km

Editor: Ivan Aditya

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Kerusakan jalan kabupaten di wilayah Kulonprogo mencapai 370,8 kilometer (Km) atau sekitar 30 persen dari panjang jalan kabupaten sepanjang 1.236 km. Perbaikan tidak mampu ditangani menggunakan biaya pemeliharaan rutin di APBD 2019 sebesar Rp 4 miliar.

”Kerusakan jalan kabupaten, meliputi jalan kabupaten primer 1 dan primer 2 masih dalam proses pendataan. Perhitungan sementara, kerusakan jalan di 2019 mencapai 30 persen. Terjadi peningkatan 10 persen dibandingkan pada 2018 hanya sekitar 20 persen,” ujar Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Kawasan Pemukiman (PUPKP) Kulonprogo, Nurcahyo Budi Wibowo.

Nurcahyo Budi Wibowo. Menurutnya, terjadi peningkatan kerusakan jalan akibat penggunaan jalan tidak sesuai peruntukan jalan kabupaten. Salah satu di antaranya, angkutan barang mengangkut muatan melebihi kemampuan jalan dan faktor umur jalan waktunya untuk pemeliharaan berkala.

”Kalau melihat saat ini kerusakan jalan lebih banyak akibat peningkatan truk bermuatan lebih melalui jalan kabupaten. Kerusakan jalan meluas di mana-mana yang dilewati truk bermuatan berat,” jelasnya.

Kerusakan jalan tersebut, kata Nurcahyo, tidak mampu diperbaiki menggunakan biaya pemeliharaan rutin yang dianggarkan melalui APBD Kulonprogo 2019. Untuk pembangunan jalan baru, pemeliharaan berkala dan perawatan rutin dialokasikan anggaran Rp 100 miliar.

Khusus untuk pemeliharaan rutin dialokasikan anggaran Rp 4 miliar. Pemeliharaan jalan tiap satu kilometer rata-rata membutuhkan biaya Rp 25 juta. ”Biaya pemeliharaan jalan Rp 4 miliar hanya cukup untuk perbaikan jalan sepanjang 160 km,” jelasnya.

Secara terpisah sejumlah warga Desa Sukoreno, Kecamatan Sentolo di sepanjang jalan Dudukan – Kawasan Industri Desa Tuksono, mengeluhkan kerusakan jalan akibat dilalui truk pengangkut bahan tambang dari wilayah Desa Ngentakrejo, Kecamatan Lendah. (Ras)

BERITA REKOMENDASI