Parenting Education di Era ‘New Reality’, Tanamkan Pembelajaran Iman – Imun – Aman

Editor: Ivan Aditya

KULONPROGO, KRJOGJA.com – New Reality Covid-19 sudah digaung-gaungkan seperti sudah harus kembali ke sekolah bagi para siswa. Walau belum pasti kapan keputusan waktu pembukaan sekolah karena kasus positif covid-19 setiap hari semakin melonjak. Nadiem Makarim selaku Mendikbud menyatakan keputusan terkait pembukaan kembali sekolah akan ditetapkan bukan hanya sepihak oleh Kemendikbud, namun juga berdasarkan pertimbangan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Dengan adanya hal tersebut, Anaas Tri Ridlo Dina Yuliana, SPd MPd, selaku dosen Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD melakukan ‘parenting education’. “Parenting education sebagai wujud preventif bagi orangtua dalam menyiapkan putra-putrinya jika nanti pembelajaran sudah dilaksanakan secara langsung di sekolah,” ujarnya kepada KRJOGJA.com, Rabu (24/02/2021).

Hal tersebut disampaiakan Anaas TR Tina Yuliana MPd terkait pelaksanaan Parenting Education secara luring di Padukuhan Jangkang Lor, Kapanewon Sentolo, Kabupaten Kulonprogo, Minggu (07/02/2021) di Gedung Posyandu dan di Gedangan, Kapanewon Sentolo, Jumat (19/02/2021) secara daring via Whatsapp Group. Menurut Anaas, dalam menghadapi pembelajaran era new reality, orangtua harus memiliki wawasan dan pengetahuan agar putra-putrinya terlindung dari pandemi Covid-19.

Hal pertama yang orangtua harus lakukan yakni meningkatkan iman anak dengan mengingatkan, mengajak dan mendampingi anak salat. Selain itu, orangtua juga harus mengingatkan anak untuk selalu berdoa agar pandemi ini lekas berakhir. Kedua, tingkatkan imun anak yakni dengan orangtua mendampingi anak belajar, menciptakan suasana bahagia bagi anak, orangtua mengajak anak untuk berolahraga, berjemur di pagi hari.

Mengingatkan pula, anak untuk istirahat yang cukup. Ketiga, meningkatkan keamanan bagi anak yakni orangtua harus selalu mengingatkan dan mengawasi agar anak selalu menerapkan 5M, yakni memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas.

“Dengan menerapkan iman, imun dan aman maka harapannya anak akan terlindungi dan pembelajaran di era new reality dapat berjalan dengan baik serta aman,” tandasnya. (Jay)

BERITA REKOMENDASI