Pasca Banjir, Sumur Warga Tak Layak Konsumsi

Editor: Ivan Aditya

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Warga di wilayah Kecamatan Panjatan, bersama para relawan dijadwalkan akan melanjutkan pembersihan atau pengurasan air sumur milik warga terdampak luapan banjir dari Sungai Serang, Sabtu (30/03/2019). Dukuh IV Desa Panjatan, Puji Hartaya mengungkapkan pengurasan air sumur milik warga di wilayah Pedukuhan I, II, III dan IV Desa Panjatan belum selesai.

Dalam waktu dua hari, relawan bersama warga baru berhasil menyelesaikan pengurasan 15 sumur. Usai terendam luapan banjir Sungai Serang pada pertengahan Maret lalu, sebagian besar air sumur milik warga tidak layak dikonsumsi dan untuk keperluan rumah tangga. Air kotor masuk ke dalam sumur menjadi keruh dan mengeluarkan bau tidak sedap.

“Masih ada permintaan dari warga untuk menguras 35 sumur. Belajar dari pengurasan sebelumnya, pada pelaksanaan di lapangan nanti, pasti akan ada penambahan permintaan dari warga,” tutur Puji Hartaya.

Pengurasan sumur milik warga bekerja sama dengan relawan dari unsur MDMC DIY, JPM (Jaringan Progo Menoreh), JKM (Jarikan Komunikasi Menoreh), TRC BPBD Kulonprogo, Babinsa, Babikamtibmas dan Kokam Kulonprogo.

Camat Panjatan Setiawan Tri Widodo yang dikonfirmasi mengungkapkan, kondisi air sumur milik warga usai banjir di wilayah Panjatan cukup memprihatinkan. Selain luapan air kotor masuk ke dalam sumur, kondisi air sumur diperburuk tidak ada pengaturan pembuangan limbah rumah tangga. (Ras)

BERITA REKOMENDASI