Pasien Positif Covid-19 Melonjak, Bupati Sutedjo: Ini Kan Ngeri!

Editor: KRjogja/Gus

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Masyarakat diimbau betul-betul mematuhi protokol kesehatan dengan menerapkan pola hidup hidup sehat dengan menghindari kerumunan, menjaga jarak selalu mengenakan masker dan rajin mencuci tangan dengan sabur di air mengalir. Hal itu sangat penting dilakukan mengingat penyebaran virus Korona di kabupaten ini dari hari ke hari terus bertambah dan kondisi tersebut cukup memprihatinkan semua pihak.

“Hepotesanya ternyata semakin banyak yang berinteraksi, kontak fisik semakin besar potensi penyebaran virus. Faktanya di Kulonprogo, saat puncak pandemi Covid-19, semua lapisan masyarakat mentaati protokol kesehatan termasuk me’lockdown’ wilayahnya masing-masing, jumlah warga Kulonprogo yang positif hanya sembilan orang dan Alhamdulillah semuanya sembuh. Sekarang saat pemerintah melonggarkan dengan berencana menerapkan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), jumlah warga yang terpapar virus Korona justru meningkat tajam dan itu sangat mengkhawatirkan kita semua,” kata Bupati setempat Drs H Sutedjo di ruang kerjanya, Rabu (23/9).

Dijelaskan, selama enam bulan pandemi Covid-19 maka pada tiga bulan pertama, warga yang terpapar virus Korona ada sembilan orang dan semuanya sembuh, tapi pada tiga bulan kedua jumlahnya meningkat drastis menjadi 147 orang yang terpapar sehingga antara tiga bulan pertama dengan tiga bulan kedua terjadi peningkatan jumlah pasien terpapar virus Korona sebanyak 1.500 persen. “Ini kan ngeri,” tegas Bupati Sutedjo dengan nada sedih.

Pihaknya betul-betul mengimbau kepada masyarakat agar mentaati apa yang telah menjadi ketentuan pemerintah dalam penerapan protokol kesehatan. “Satu-satunya cara memutus mata rantai penyebaran virus Korona adalah mengketatkan diri dalam menerapkan protokol kesehatan,” terangnya.

Ketua Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Kulonprogo yang juga Wabup setempat Fajar Gegana menegaskan, selain mematuhi imbauan bupati agar masyarakat dengan kesadaran sendiri menerapkan protokol kesehatan, maka pemerintah juga akan menggencarkan operasi yustisi protokol kesehatan Covid-19.

“Tidak ada pilihan Tim Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten harus menggiatkan operasi yustisi agar masyarakat betul-betul sadar tentang bahayanya sikap menganggap remeh penyebaran virus Korona. “Hal yang paling penting sesungguhnya kesadaran dari diri sendiri untuk mematuhi protokol kesehatan, bukan tertib karena takut terjaring petugas,” tegas Wabup Fajar Gegana.

BERITA REKOMENDASI