Pasir Laut Tutup Sowangan Bogowonto

Editor: Ivan Aditya

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Muara atau sowangan Sungai Bogowonto yang tertutup material pasir pantai laut selatan menjadi pertanda alam telah memasuki musim kemarau bagi warga sekitar Pantai Congot, Desa Jangkaran, Kecamatan Temon. Informasi yang dihimpun dari sejumlah warga di Pantai Congot menyebutkan sowangan mulai tertutup, Sabtu (29/06/2019) siang.

Akibat gelombang besar laut selatan yang terjadi beberapa waktu terakhir, para nelayan tidak berani melaut. Gelombang besar membawa material pasir menutup muara Sungai Bogowonto.

Volume pasir yang terbawa gelombang ke pantai terus bertambah. Sedangkan arus air sungai yang mengecil tidak mampu lagi menembus timbunan pasir. “Bagi warga merupakan kejadian biasa, tiap musim kemarau sowangan sungai tertutup pasir. Ini menjadi kesempatan nelayan yang tidak bisa melaut, mencari ikan di sungai,” ujar Suroto, salah satu nelayan warga Desa Jangkaran.

Akibat sowangan tertutup pasir, ujarnya, arus air Sungai Bogowonto tidak dapat mengalir ke laut. Lambat laun permukaan perairan sungai terus bertambah, meluber ke daratan lebih rendah, merendam pekarangan rumah warga.

Ketua Kelompok Nelayan Bogowonto, Bambang mengungkapkan sowangan Sungai Bogowonto tertutup pasir merupakan fenomena alam yang terjadi tiap tahun di musim kemarau. Warga membiarkan meskipun permukaan perairan sungai terus bertambah. Sowangan tertutup pasir menjadi pertanda menangkap ikan di sungai. (Ras)

BERITA REKOMENDASI