Pastikan Penerapan CHSE, Dispar Kulonprogo Sambangi Destinasi Wisata

Editor: Agus Sigit

KULONPROGO, KRJogja.com – Untuk memastikan kesiapan para pengelola destinasi wisata di Kabupaten Kulonprogo agar dalam operasionalnya nanti benar-benar aman seiring Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, maka Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) setempat Joko Mursito SSn MA bersama jajarannya menyambangi sejumlah obyek wisata (obwis) dan pelaku usaha jasa pariwisata.

“Peninjauan ke obwis-obwis bagian persiapan saat destinasi wisata dan usaha jasa pariwisata dibuka kembali secara bertahap. Kami ingin memastikan ‘Cleanliness’/ kebersihan, ‘Health’/ kesehatan, ‘Safety’/ keamanan dan ‘Environment’/ ramah lingkungan atau CHSE betul-betul dijalankan oleh para pelaku dunia pariwisata. Dalam peninjauan petugas kami mengecek penerapan protokol kesehatan (prokes),” kata Joko Mursito saat Apel Verifikasi Ulang Penerapan CHSE Pariwisata Kulonprogo di halaman Kantor Dispar setempat, Jumat (23/7).

Sambang obwis ungkapnya juga untuk mendata ulang para pelaku wisata. Kalau ada yang belum vaksin tentu diimbau agar segera vaksinasi. Sebelumnya Dispar sudah mendorong para pelaku wisata agar segera mengikuti vaksinasi.

Ditegaskan, sambang destinasi wisata merupakan aksi nyata bukan sekadar basa-basi. Selain melakukan sosialisasi penerapan CHSE petugas juga membawa alat kebersihan, sabun cuci tangan dan masker diberikan pada pelaku wisata. Harapannya, para pelaku wisata tetap semangat hingga wisata dibuka kembali nanti.

“Rencananya sambang obwis berlangsung dua hari. Jumat (23/7), tujuh obwis yang disambangi di antaranya pusat kuliner di Kapanewon Nanggulan dan obwis di sektor Utara seperti Kedung Pedut dan sekitarnya. Untuk Sabtu (24/7) kami fokus nyambang

di destinasi sektor Selatan,” tuturnya menambahkan bila diperlukan Minggu (25/7) pihaknya siap terjun ke lapangan lagi.

Hasil komunikasi dengan pelaku usaha wisata, ada beberapa fenomena yang muncul. Sebagian pelaku usaha jasa di Kenteng Nanggulan ke barat memilih tutup dan menata tempat usaha mereka seperti memperluas tempat parkir.

Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo, Fajar Gegana menjelaskan, upaya Dispar merupakan langkah konkret dan tegas untuk persiapan jika sewaktu-waktu obwis dibuka kembali. Prokes di destinasi wisata harus disiapkan dengan baik sehingga tidak ada penularan Covid-19 di sektor wisata.

BERITA REKOMENDASI