PBB Capai 90,48 Persen, Warga Diingatkan Jatuh Tempo

Editor: KRjogja/Gus

KULONPROGO (KRjogja.com) – Jelang jatuh tempo pembayaran pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan (PBB P2) di Kabupaten Kulonprogo tahun 2016, pencapaian hingga Selasa (27/9/2016) sebesar Rp 10.553.299.522 dari target perubahan Rp 11.663.860.770 atau 90,48 persen.

 

"Pencapaian realisasi tersebut pertama diraih Kecamatan Lendah 91,6 persen dan terakhir Kecamatan Wates 73,2 persen. Realisasi per kecamatan tidak ada yang kurang dari 50 persen, tapi yang di bawah 75 persen  terutama Kecamatan Wates realisasinya paling rendah dibanding kecamatan lainnya," kata Kepala Bidang (Kabid) PBB P2 dan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) Kulonprogo Marsi SIP MPA menyatakan hal itu Selasa (27/9/2016).

Menurutnya, ada beberapa desa yang setor kolektif ke Bank BPD, tapi Selasa  belum masuk ke DPPKA. Dalam percepatan di penghujung jatuh tempo, pegawai Bidang PBB disebar ke desa-desa yang realisasinya masih rendah. Sejak Senin hingga Kamis mendatang para pegawai mengambil pembayaran PBB. "Ada beberapa desa yang menjanjikan mau bayar, dan janjian, kita yang mengambil ke desa tersebut," tutur Marsi.

Realisasi keseluruhan, ujar Marsi, mengalami peningkatan dalam waktu yang sama (mendekati jatuh tempo tahun lalu) dibanding tahun lalu. Tapi memang sedikit, pihaknya berharap sampai Jumat (30/9/2016) nanti masih akan bertambah. Diharapkan warga memanfaatkan waktunya sebelum jatuh tempo, karena setelah itu akan dikenakan denda.

Terhadap warga yang terdampak bandara, Marsi menambahkan ada beberapa desa yang belum lunas. Untuk Desa Kebonrejo realisasinya sudah mencapai 100 persen. "Diharapkan setelah pembayaran ganti untung, warga akan melunasi pajak PBB-nya. Beberapa waktu lalu memang sudah banyak yang melunasi tunggakan," ujar Marsi. (Wid)

 

BERITA REKOMENDASI