Pelaku UMKM ‘Menjerit’ Omzet Penjualan Produk ‘Aloe Vera’ Anjlok

Editor: Agus Sigit

KULONPROGO, KRJogja.com – Sejak pandemi Covid-19 melanda Indonesia, para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kulonprogo menjerit. Jangankan mencari keuntungan, untuk bertahan agar kebutuhan ekonomi keluarga tercukupi mengalami kesulitan. Kondisi semakin parah dengan adanya Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat/ Level.

Di antara pelaku UMKM di Kulonprogo yang terdampak langsung pandemi Covid-19, produsen olahan lidah buaya De Cends Aloe Vera, Christiyaningsih (41) warga Kapanewon Pengasih, Kulonprogo. Sebelum pandemi, produk rumahan yang diproduksinya sudah cukup terkenal di kalangan masyarakat Kulonprogo. Bahkan banyak produknya ditawarkan di toko oleh-oleh di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya.

“Sebelum pandemi, pemasaran dan tingkat penjualan produk kami cukup bagus. Tapi sejak Covid-19 pendapatan menjadi menurun hingga 30 persen. Kondisi semakin memprihatinkan saat pemerintah menerapkan PPKM Darurat/ Level 4. Dampaknya terasa sekali pada volume penjualan produk,” kata Christiyaningsih, Rabu (4/8).

Diungkapkan, sebelum pandemi, omzet penjualan produk olahan lidah buaya bernama latin Aloe Vera

tersebut mencapai Rp 6 juta perbulan. Tapi sejak pandemi Covid-19 dan diterapkannya PPKM Darurat/ Level 4 pendapatannya menurun drastis. “Selama pandemi Covid-19 pendapatan kami hanya sekitar Rp 1,8 juta perbulan,” ujarnya sedih.

Produk olahan Christiyaningsih bersama suami dan dua karyawannya adalah berbahan dasar Aloe Vera

atau lidah buaya menjadi cendol Aloe Vera

, dodol Aloe Vera

, minuman serbuk Aloe Vera

dan camilan Aloe Vera

. “Kami mulai usaha dengan merek De Cends Aloe Vera, September 2019 silam,” tuturnya.

Kepala Pemasaran De Cends Aloe Vera, Bambang Suryanto mengungkapkan, dalam upaya bertahan di tengah terpaan pandemi Covid-19, pihaknya menggencarkan promosi produk melalui offline

dan online

. “Kami memang punya gerai penjualan De Cends Aloe Vera di Kalurahan Sidomulyo, Kapanewon Pengasih. Tapi untuk saat ini pemasaran yang paling efektif memang melalui online

atau media sosial,” tuturnya menambahkan Aloe Vera

yang digunakan untuk dikonsumsi jenis Sinensis dan untuk kosmetik berjenis barbadensis.
Di tangan suami istri tersebut, limbah Aloe Vera

ternyata juga masih bisa dimanfaatkan membuat beberapa produk. Kulit lidah buaya bisa diolah jadi teh. (Rul/Wid)-

 

 

 

BERITA REKOMENDASI