Pelatihan Integritas Perangkat Desa Banguncipto Bahas Korupsi Masa Pandemi

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Merajalelanya kasus korupsi di masa pandemi Covid-19 mulai dari pusat kementerian hingga daerah dan pedesaan memerlukan aksi pencegahan yang lebih masif melalui penguatan integritas. Tim Pengabdi dari Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Senin (14/06/2021) melakukan pelatihan integritas bagi Perangkat Desa Banguncipto, Kapanewon Sentolo, Kulonprogo.

Narasumber dalam pelatihan tersebut adalah Dr Anom Wahyu Asmotojati MH (dosen Fakultas Hukum) dan Dr Suyadi MPd.I (Dosen Fakultas Agama Islam), serta dimoderatori oleh Egi Purnomo Aji mahasiswa Fakultas Hukum. Kegiatan tersebut juga didukung oleh Tim Prodamat Magister Pendidikan Agama Islam UAD dan Sahabat Integritas Jogja Istimewa (SIJI).

Anom menjelaskan tujuan pengaturan desa guna: Pertama, meningkatkan pelayanan publik bagi warga masyarakat desa guna mempercepat perwujudan kesejahteraan umum. Kedua meningkatkan ketahanan sosial budaya masyarakat desa guna mewujudkan masyarakat desa yang mampu memelihara kesatuan sosial sebagai bagian dari ketahanan nasional. Ketiga, memajukan perekonomian masyarakat desa. Keempat, mengatasi kesenjangan pembangunan nasional. Kelima, memperkuat masyarakat desa sebagai subjek pembangunan.

“Korupsi bukanlah budaya, sebab tidak semua mengamini, pelatihan ini merupakan upaya pendidikan antikorupsi yang sangat diperlukan dalam memberantas korupsi,” ujar Anom.

Selanjutnya, Suyadi menjelaskan, dalam Fikih Antikorupsi Perspektif Ulama Muhamadiyah korupsi merupakan dosa besar atau syirik akbar, mencakup suht, ghulul, riswah, khiyanat, dan lain sebagainya (QS.al-Maidah:62).

Dalam pelatihan tersebut dilaksanakanlah aksi nyata antikorupsi dengan mengharuskan para peserta untuk menuliskan slogan singkat, mudah diingat namun memiliki pesan moral yang sangat mendalam. Suyadi mengangkat tema ‘Pilur Jujur’ mengingat saat ini Kalurahan Banguncipto sedang menyelenggarakan prosesi Pilirah Lurah (Pilur). Dalam hal ini seorang peserta (perangkat Desa Banguncipto) mengkampanyekan, “Pilihkan Pemimpin yang memiliki Kompetensi, bukan yang memiliki Koneksi.”

Sementara itu, acara tersebut dihadiri oleh Sekretaris Desa, Syaiful SPd. Babinsa Desa dan juga perwakilan Kepolisian serta Para perangkat Desa Banguncipto, yang dilaksanakan di Aula Balai Kalurahan Banguncipto Kapanewon Sentolo Kulonprogo Yogyakarta. (Jay)

 

BERITA REKOMENDASI