Pelayanan Jasa Cargo Membutuhkan Tenaga Terampil

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Manajemen PT Angkasa Pura (AP) I konsisten memberdayakan warga terdampak pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta/ Yogyakarta International Airport (BIY/ YIA). Menggandeng PT Jasa Angkasa Service (JAS) mereka mengadakan pelatihan di bidang cargo yang diikuti warga lima desa terdampak pembangunan BIY. 

“Hari ini pelatihan basic cargo dan dangerous goods awareness diikuti 20 warga terdampak BIY. Tujuannya agar mereka  memiliki kemampuan dan daya saing dalam menangani pekerjaan terkait cargo sesuai standar yang diperlukan,"kata Pelaksana Tugas Sementara (PTS) General Manager BIY, Agus Pandu Purnama, di Help Desk BIY, Temon, Senin (16/9/2019). 

Sementara Chief Corporate Affair And Business Development Officer PT JAS, Sigit Muhartono, mengungkapkan, pelatihan yang diadakan saat ini merupakan kali kedua dalam proyek yang diadakan PT AP I. Sebelumnya jenis pelatihan telah dilakukan Basic Towing Tractor. 

“Bidang cargo memang perlu penanganan husus dan transportasi udara atau airline butuh security,” jelasnya. 

Sigit Muhartono mengungkapkan, saat ini kebutuhan cargo dalam dunia penerbangan terus mengalami peningkatan. Di BIY sendiri, kendati kapasitas cargo perharinya baru bisa menampung 500 ton tapi pada masa-masa mendatang bisa meningkat drastis. Apalagi pada akhir tahun nanti saat BIY beroperasional penuh, pasti kebutuhan jasa cargo bertambah besar. 

Pesatnya perkembangan electronic commerce/e-commerce atau perdagangan dengan sistem elektronik ungkap Sigit Muhartono mendorong masyarakat melakukan transaksi penjualans secara online. Agar pengiriman lebih cepat sampai di tangan konsumen, solusi yang ada menggunakan pesawat. Sehingga dipastikan semua pengiriman barang-barang akan menggunakan jasa penerbangan.   

“Untuk memenuhi kebutuhan kecepatan konsumen dalam pengiriman barang maka warga terdampak bandara kami latih agar bisa bekerja profesional sehingga penanganan cargo di BIY bisa cepat,” ujarnya. (Rul)

BERITA REKOMENDASI