Pembangunan Kawasan BOB Dimulai 2022

Editor: Ivan Aditya

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Direktur Utama (Dirut) Badan Otorita Borobudur (BOB) Indah Juanita mengatakan, pihaknya mulai membangun kawasan Borobudur Highland pada 2022 mendatang. Sebelum pembangunan dimulai tentu harus memikirkan soal aksesibilitas dan mobilitas alat berat. Selain itu juga meyakinkan masyarakat agar proyek tersebut bisa berjalan aman dan lancar.

Menurutnya pembangunan kawasan pariwisata terpadu bukan sesuatu yang mudah. Berdasarkan pengalaman, pembangunan kawasan seperti Borobudur Highland bersifat jangka panjang dan dalam setiap tahapannya masyarakat perlu dilibatkan.

“Sebelum memulai, tentu kami akan rembugan dulu dengan masyarakat. Sebagai pihak pemerintah pusat berkoordinasi dengan kalurahan atau desa sebagai pemerintah terkecil yang memiliki tugas mengayomi masyarakatnya,” kata Indah Juanita, Selasa (25/05/2021).

Diungkapkan dalam kawasan Borobudur Highland nanti, selain ada fasilitas untuk off road juga ada kegiatan lain seperti warga mengambil nira, pakan ternak, getah pinus dan kayu bakar. “Sejumlah atraksi wisata tersebut merupakan kearifan lokal dan aktivitas bagus untuk edukasi. Kami pastikan kegiatan-kegiatan warga tersebut akan dikelola sebagai sebuah atraksi wisata edukatif sekaligus melestarikannya. Selama kawasan Borobudur Highland beroperasi kegiatan tersebut tetap diadakan,” ujarnya.

Lebih lanjut Indah Juanita mengatakan, dalam rapat tingkat menteri di Hotel Manohara, Borobudur diputuskan aksesibilitas ke Borobudur Highland akan ditingkatkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum Pemukiman Rakyat (PUPR) melalui keptusan presiden (kepres). Bahkan BOB akan mendapatkan status Badan Layanan Umum (BLU) agar mendorong investasi dan serapan tenaga kerja serta memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas lagi.

Proyek tersebut ujar Indah merupakan upaya pemerintah pusat untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi sekitar Magelang, Kulonprogo dan Purworejo atau ‘Gelang Projo’. “Pesan pak menteri, pengembangan kawasan BOB memperhatikan unsur ekologi, sosial dan ekonomi berdasarkan pilar-pilar pembangunan berkelanjutan,” kata Indah.

Direktur Destinasi BOB Agustin Peranginangin mengungkapkan, sebagai upaya gerak bersama dengan sejumlah kementerian, BOB mengusulkan trayek DAMRI melalui Pasar Plono sejak 2018 lalu bisa mempermudah wisatawan menuju Desa Wisata Nglinggo untuk menikmati keindahan alam dan kuliner di sana.

“Ruas jalan dari arah Purworejo telah masuk Perpres 79/ 2019, agar dipercepat pembangunannya. Sesuai Perpres 46/ 2017, BOB bekerja pada level makro bersama dewan pengarah dan berkoordinasi dengan tiga kabupaten ‘selimut’ zona otorita,” tuturnya.

Direktur Keuangan, Umum dan Komunikasi Publik BOB, Sigit Widiyanto mengatakan, anggaran pengembangan kawasan Borobudur Highland selalu dikomunikasikan dengan pemerintah pusat. “Sehingga komprehensif, mencakup pembangunan fisik dan SDM sehingga tidak ada pihak yang dirugikan oleh pembangunan zona otorita,” kata Sigit. (Rul)

BERITA REKOMENDASI