Pembangunan Mitigasi YIA, Bangunan Harus Dikosongkan

WATES, KRJOGJA.com – Pemerintah Kabupaten Kulonprogo melalui Dinas Pariwisata kembali melakukan sosialisasi rencana pembangunan kawasan mitigasi di selatan Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) melalui pemasangan banner dan pemberian surat peringatan bagi penghuni bangunan warung dan penginapan, Kamis (15/08/2019).

Sempat ada aksi perlawanan menolak pemberian surat peringatan oleh puluhan pemilik penginapan, dan mereka menuntut diadakannya audiensi antara pemkab dan pelaku usaha yang meminta kejelasan terkait mata pencaharian mereka. Situasi yang nyaris memanas berhasil diredam oleh aparat gabungan Satuan Polisi Pamong Praja, Polres dan lainnya.

BACA JUGA :

Sambut Bandara YIA, Pembangunan Infrastruktur di Bantul Gencar Dilakukan

Damri Layani Penumpang ke Bandara YIA

Dalam himbauan yang tertera dalam banner yang dipasang maupun surat yang diserahkan, pemilik bangunan di selatan Bandara YIA dihimbau agar mengosongkan dan atau membongkar secara mandiri bangunannya maksimal 30 Oktober 2019.

Terkait hal itu, Kasat Pol PP Kulonprogo Drs Sumiran menegaskan, karena itu sudah menjadi keputusan Pemkab Kulonprogo bahwa wilayah selatan Bandara YIA  untuk mitigasi bencana, maka warga yang beraktivitas di selatan bandara tahu terhadap keputusan tersebut dan mematuhinya. "Batas akhir pengosongan sampai 30 Oktober 2019," tandasnya.

Penasehat Paguyuban Pondok Laguna Pantai Glagah, Subardi Wiyono mengatakan penolakan ini karena beberapa hal. Yakni belum jelasnya rencana penataan terutama soal lokasi bagi para pelaku usaha. Meski sebelumnya sudah ada sosialisasi, pelaku usaha tidak menyetujuinya karena ada kekhawatiran bipa dipindah ke tempat yang tidak strategis bisa mematikan usaha mereka.

Pelaku usaha di kawasan Pantai Glagah saat ini sekitar 275 orang, terdiri dari pelaku wisata pondok laguna 150 orang, pemilik penginapan dan warung 25 orang serta petambak udang 100 orang. Pelaku wisata pondok Laguna terdiri pedagang kuliner, pemilik taman bunga, pengelola perahu wisata dan tukang parkir. (Wid)

BERITA REKOMENDASI