Pemindahan ke YIA, Penerbangan Dipastikan Tetap Normal

Editor: Ivan Aditya

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Yogyakarta International Airport/Bandara Internasional Yogyakarta (YIA/BIY) akan ‘launching full operation’ mulai 29 Maret mendatang. Sedangkan peresmian bandara diagendakan pada bulan April yang akan dilakukan langsung oleh Presiden Joko Widodo.

Pelaksana Tugas Sementara General Manajer (PTS GM) YIA/BIY, Agus Pandu Purnama mengatakan pada pemindahan seluruh penerbangan ke YIA akan dilakukan secara normal dan tidak ada kegiatan khusus. “Tidak ada yang khusus, akan dihadiri para Direksi AP I dan mengundang teman-teman media untuk menyaksikan hari itu (29 Maret.) YIA mulai beroperasi penuh. Pihak perusahaan penerbangan juga sudah siap baik fasilitas maupun customer servicenya,” kata Pandu saat menerima kunjungan jajaran Direksi PT BP Kedaulatan Rakyat yang dipimpin Dirut M Wirmon Samawi SE MIB di terminal kedatangan BIY, Kamis (27/02/2020).

Tentang jumlah penerbangan di YIA setelah resmi beroperasi penuh nanti, Pandu mengungkapkan, yang sudah mendapat izin dari Kemenhub sebanyak 192 terdiri internasional dan domestik. Untuk internasionalnya masih eksisting, Malaysia dan Singapura sedangkan Silk Air digantikan oleh Scoot.

Baca juga :

Jajaran Direksi PT BP Kedaulatan Rakyat Kunjungi YIA
Nurkadhatyan Spa Bangkitkan Energi Jawa Kuno

“Ada 15 maskapai yang siap beroperasi di YIA. Turkish Airlines dan Japan Airlines sudah penjajagan dan datang langsung ke YIA. Kedua perusahaan penerbangan tersebut kaget, prediksi mereka YIA tidak sebesar ini maka ketika mereka melihat langsung kondisi BIY, berkomentar YIA besar sekali dan mereka siap membawa warga Jepang ke Yogya melalui YIA,” ungkapnya.

Ia menambahkan, rencana beroperasi penuhnya YIA sudah dibarengi dengan sosialisasi pada masyarakat tentang aksesibilitas moda transportasi dan penerbangan. Selain YIA bisa diakses oleh masyarakat DIY juga bisa dijangkau masyarakat Jateng bagian Selatan sampai Purwokerto. Sehingga keberadaan dan kemanfaatan YIA tidak hanya bisa dirasakan oleh masyarakat DIY saja tapi juga masyarakat Jateng termasuk Cilacap.

PT Kereta Api Indonesia (KAI) menurut Pandu telah menyiapkan 34 lintasan yang akan berhenti di Stasiun Wojo, Purworejo. Waktu tempuh dari Stasiun Tugu ke Wojo antara 35 – 40 menit. Di Stasiun Wojo juga telah disiapkan shuttle bus yang setiap saat Damri stand by di sana.

“Jarak Stasiun Wojo ke YIA hanya lima kilometer, dekat lah. Kami juga akan menyiapkan dan city check-in di Stasiun Tugu, Sleman City Hall, Maguwo dan di Ambarketawang. Sehingga orang tidak khawatir ditinggal pesawat, karena mereka sudah memegang boarding pass yang merupakan dokumen akses menaiki pesawat yang diberikan pihak maskapai penerbangan. Itu upaya kami dalam mempermudah calon penumpang pesawat mengakses YIA,” tegasnya.

Selain kereta api ungkap Pandu pihaknya juga sudah berpartner dengan Damri, kemudian ada moda transportasi ShuttleQu yang rutenya Yogya, Magelang, Kebumen dan Jateng Selatan. Sudah menyebar dan dalam satu tahun ini kami telah memberikan insentif pada bis bersangkutan.

“Seluruh penumpang yang akan mengakses YIA kami beri insentif yang seharusnya harga tiket Rp 70 ribu menjadi hanya Rp 25 ribu saja, sisanya AP I yang bayar,” tutur Pandu menegaskan pemerintah dalam hal ini Kemenhub dan PT AP I berkomitmen memberikan kemudahan kepada calon penumpang pesawat di BIY.

Pihak AP I mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan transportasi massal, karena kalau tidak dilakukan edukasi masyarakat terkait penggunaan transportasi massal tentu kita akan terkendala atau kewalahan di jalan rayanya. “Akses jalan raya sekarang memang belum apa-apa, tapi nanti setelah 29 Maret ada pergerakan penumbang bandara yang mencapai 20 ribu orang perhari di jalan raya. Sehingga kami minta media ikut mensosialisasikan sekaligus mengedukasi masyarakat untuk gemar memanfaatkan transportasi massal,” pintanya. (Rul)

BERITA TERKAIT