Pemkab Akan Bangun ’Mal Pelayanan Publik’

WATES, KRJOGJA.com – Seiring pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA), investasi di Kabupaten Kulonprogo menjadi lebih meningkat. Untuk memudahkan pelayanan perizinan, di kabupaten ini diperlukan ‘mal pelayanan publik’ yang terintegrasi.

Untuk keperluan tersebut Fraksi Partai Demokrasi Indonesia (FPDI) Perjuangan DPRD Kulonprogo mengusulkan eks gedung bioskop Wates dijadikan ‘mal pelayanan publik’ sebagai tempat pelayananperizinan investasi hingga mencari kartu tanda penduduk (KTP).

"Fraksi PDI Perjuangan juga meminta Pemkab menyederhanakan perizinan investasi
dan lainnya, sehingga dalam waktu cepat Kulonprogo bisa berkembang pesat,”
kata anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD setempat Aji Pangaribawa ST, di
ruang kerjanya, Rabu (31/01/2018).

Diungkapkan, dengan masuknya para investor untuk berinvestasi di Kulonprogo,
membuka peluang kerja yang lebih luas, sehingga taraf perekonomian masyarakat
otomatis menjadi meningkat pula. "Peluang investasi harus benar-benar ditangkap pemkab dengan menyederhanakan sistem perizinan. Investasi mempercepat peningkatan taraf hidup masyarakat,” tuturnya.

Ditegaskan, pemkab harus bekerja cepat membangun ‘mal pelayanan publik’, supaya investasi tidak lari ke luar daerah. ”Wilayah lain mulai berbenah diri, agar tidak ketinggalan maka Kulonprogo harus bergerak cepat,” imbaunya.

Bupati dr Hasto Wardoyo berusaha mewujudkan Kulonprogo bebas korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN). Pada 2018 pemkab akan mulai membangun ‘mal pelayanan publik’ berupa pelayanan satu atap. Saat ini daerah yang sudah mempunyai ‘mal pelayanan publik’ adalah Surabaya, Banyuwangi Jawa Timur serta DKI Jakarta. ”Mal pelayanan publik dibangun guna menyambut investasi yang masuk seiring
pembangunan bandara internasional di Kulonprogo,” ujarnya. (Rul)

BERITA REKOMENDASI