Pemkab Kulonprogo Targetkan Angka Kemiskinan Turun 3 Persen

Editor: Ivan Aditya

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Wakil Bupati (Wabup) Kulonprogo Drs H Sutedjo menegaskan, pada 2020 pemkab menargetkan jumlah penurunan angka kemiskinan mencapai 3 persen. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kulonprogo, angka kemiskinan di kabupaten ini pada 2018 sebesar 18,30 persen.

Jumlah tersebut turun 1,73 persen dibanding 2017 silam. Kendati turun tapi jumlah tersebut masih relatif kecil, sehingga perlu ada target penurunan yang lebih tinggi agar upaya pengentasan kemiskinan segera tercapai.

”Setiap tahun Kulonprogo hanya mampu menurunkan angka kemiskinan rata-rata satu persen. Ini menjadi perhatian kita. Sehingga pada 2020 targetnya harus turun tiga persen dari kondisi terakhir,” katanya.

Menurut wabup, dalam upaya merealisasikan target tersebut, pemkab menetapkan penurunan angka kemiskinan sebagai salah satu program prioritas dalam rancangan RKPD 2020 termasuk menyertakan upaya penurunan ketimpangan antarkelompok pendapatan atau gini ratio di Kulonprogo yang pada 2018 mencapai 0,37 persen. Program pengentasan kemiskinan dan penurunan ketimpangan antar-gini rasio tentu berkesinambungan dengan dua program prioritas lain yang juga ditetapkan dalam rancangan RKPD 2020.

Kedua program dimaksud percepatan pembangunan infrastruktur yang fokus pada dua proyek strategis nasional (PSN), meliputi New Yogyakarta International Airport (NYIA) dan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur serta program peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) dan penguatan daya saing produk lokal untuk menghadapi revolusi industri 4.0. Pihaknya meyakini ketiga program tersebut sukses sehingga angka kemiskinan bisa turun sesuai target.

”Ketiga program memiliki keterkaitan, apalagi yang variabel infrastruktur dan peningkatan SDM, nanti bisa berdampak pada penurunan angka kemiskinan di Kulonprogo,” jelasnya.

Sedangkan Ketua DPRD, Akhid Nuryati mengapresiasi target yang dicanangkan pemkab dalam upaya menurunkan angka kemiskinan. Target tersebut bisa terealisasi jika semua pihak konsisten dan memegang teguh komitmen.

”Untuk menurunkan kemiskinan sampai 3 persen, pemerintah harus konsisten. Kalau semua pihak baik eksekutif maupun legislatif orientasinya sama untuk menyukseskan ketiga program itu kami optimis bisa dilakukan,” terangnya.

Politisi PDI Perjuangan tersebut mengingatkan pemkab yang selama ini belum optimal dalam menurunkan angka kemiskinan. Terutama soal indikator kemiskinan yang ditentukan. Pihaknya minta indikator lebih diperjelas. (Rul)

BERITA REKOMENDASI