Pemkab Kulonprogo Tolak Permohonan Paku Alwa Buka Alun-alun Wates

Editor: Agus Sigit

KULONPROGO, KRJogja.com – Wakil Bupati (Wabup) Kulonprogo Fajar Gegana menegaskan, pemkab tidak bisa memenuhi permintaan Perkumpulan Kuliner Alun-alun Wates (Paku Alwa) agar kawasan alun-alun setempat dibuka seperti sedia kala di tengah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4.

“Pemkab telah berkoordinasi mencari solusi agar para pedagang bisa berjualan. Pemerintah berencana mencarikan beberapa tempat relokasi dengan dibantu penyediaan listrik dan pengaturan lalu lintas,” kata Fajar usai menemui Pengurus Paku Alwa di Ruang Menoreh pemkab setempat, Jumat (20/8).

Pemkab tegas Fajar tidak melarang pedagang berjualan di Alun-alun Wates. Tapi karena ada kebijakan pemerintah pusat tentang pembatasan aktivitas di ruang publik, maka dengan terpaksa pemkab menolak permohonan pedagang untuk membuka Alun-alun Wates sebagai tempat berjualan. “Solusi jangka pendeknya, para pedagang direlokasi dan dibantu listrik serta pengaturan lalu lintas,” ujarnya.

Ketua Paku Alwa, Bimo Prasetyo membenarkan perihal tidak dikabulkannya permohonan pedagang untuk berjualan kembali di sekitar Alun-alun Wates. “Pemkab belum mengizinkan ruang publik Alun-alun Wates dibuka,” ujarnya.

BERITA REKOMENDASI