Pemudik Dijaga Ketat di Perbatasan

Editor: Ivan Aditya

KULONPROGO, KRJOGJA.com – KRJOGJA.com – Jajaran Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kulonprogo, siap melaksanakan tugas pemeriksaan terhadap perantau yang nekat mudik. Penjagaan di wilayah perbatasan diperketat dengan tujuan agar tidak ada pemudik yang nekat menuju kampung halamannya.

Hal tersebut mengacu pada keputusan pemerintah pusat, untuk Lebaran 2021 masyarakat tidak diperbolehkan mudik. Karena itu, sejak Sabtu (01/05/2021) petugas Satlantas Polres Kulonprogo intensif memantau sejumlah ruas jalan, guna memantau ada-tidaknya perantau yang ‘curi start’ mudik.

Kasat Lantas Polres Kulonprogo AKP A Purwanta SH MH, Sabtu (01/05/2021) menjelaskan jajaran Satlantas Polres Kulonprogo telah melakukan langkah-langkah terukur terkait dengan upaya mencegah terjadinya mudik. Salah satunya dengan mendirikan Pos Penyekatan di daerah Temon, Kulonprogo.

Daerah ini berbatasan dengan Kabupaten Purworejo (Jateng), sehingga pengawasan dan penjagaan harus diperketat. Terlebih lagi, dalam waktu dekat, mulai Kamis (06/05/2021) dimulai Operasi Ketupat Progo 2021.

“Personel gabungan dari Polres Kulonprogo berjumlah 180 siap bertugas di sejumlah tempat untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban pada bulan Ramadan hingga Lebaran,” tegas Purwanta.

Purwanta menjelaskan, pihaknya juga melakukan penjagaan di sejumlah ‘jalan tikus’ yang dimungkinkan menjadi rute mudik para perantau. Intinya, petugas tidak akan membiarkan terjadinya ‘mudik nekat’ sehingga penjagaan di berbagai titik diperketat.

“Kami mengimbau masyarakat mematuhi anjuran pemerintah untuk tidak mudik demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” ujar Purwanta.

Personel sejumlah itu terdiri dari Lalu Lintas, Shabara, Binmas, dan satuan fungsi lain yang tergabung dalam tugas Operasi Ketupat Progo 2021. Mereka akan bertugas di tempat-tempat yang telah ditentukan, untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Purwanta mengimbau agar masyarakat turut aktif membantu petugas, dengan memberikan informasi jika ada hal-hal yang dipandang mengganggu kamtibmas. Perihal tindakan tegas terhadap perantau yang nekat mudik, Purwanta menyampaikan pihaknya mengacu pada kebijakan pemerintah pusat dan pimpinan Polri, bahwa jika ditemukan adanya perantau yang nekat mudik akan dilakukan beberapa langkah. Mulai dari dilakukan tes swab, rapid test, hingga langkah putar balik.

Tak hanya itu, jika ditemukan ada pemudik yang positif terpapar virus korona, nantinya akan dilakukan isolasi mandiri. Untuk langkah-langkah tersebut, pihaknya berkoordinasi dengan Satgas Penanganan Covid-19, baik tingkat kabupaten maupun provinsi.

“Intinya, jajaran kepolisian siap memberikan rasa nyaman dan aman kepada masyarakat saat merayakan Idul Fitri 2021,” tandas Purwanta. (Hrd)

BERITA REKOMENDASI