Penambang Kali Progo Aksi Damai Di Kejari Kulonprogo

Editor: KRjogja/Gus

WATES (KRJogja.com) – Anggota Kelompok Penambang Progo (KPP) sekaligus anggota Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia (APRI) DIY menggelar aksi damai di depan Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kulonprogo dan Pengadilan Negeri (PN) Wates, Jumat (4/11). Massa menuntut pihak Kejari setempat memenuhi permohonan mereka agar memberikan penangguhan penahanan terhadap tersangka dugaan penambangan illegal di Sungai Progo, Teguh Subagyo warga Kecamatan Sentolo.

Jika tuntutan warga tidak dipenuhi Kejari maka proses penanganan perkara yang mereka indikasikan tidak beres akan dibeberkan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). "Penanganan perkara dan penahanan teman kami Teguh Subagyo yang dilakukan pihak Kejaksaan aneh. Sebab tiga tersangka lain mendapat penangguhan sementara Teguh Subagyo tidak dikabulkan. Padahal kami sesama anggota KPP siap menjamin tersangka tidak akan melarikan diri," kata perwakilan warga yang enggan disebutkan identitasnya.

Pantauan KR disela Ketua DPC APRI Kulonprogo Gandung Djuwantoro bersama sejumlah Pengurus KPP setempat berdialog dengan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kulonprogo Edwin Kalampangan SH dan Kasi Intel Anang Zaki SH serta Kasi Intel Pidana Khusus (Pidsus) Roni Adi Saputra, seratusan peserta aksi menunggu di luar halaman kejaksaan. Sembari duduk-duduk tanpa membawa spanduk tuntutan mereka mendengarkan perwakilan warga yang mengharapkan pihak Kejari memberikan penangguhan terhadap tersangka Teguh Subagyo.

Karena kasus tersebut telah dilimpahkan ke PN Wates maka Pengurus KPP dan APRI bergerak ke PN. Di Ruang Sidang Garuda mereka diterima Ketua PN Suharno SH. "Dalam penanganan perkara kami selalu terbuka. Setiap menerima limpahan berita acara pemeriksaan (BAP) dan terdakwa dari Kejaksaan kami langsung mengagendakan persidangan dengan menunjuk majelis hakim serta menulis jadwal persidangannya. Untuk perkara yang bapak ibu tanyakan bisa dilihat di papan pengumuman, website PN Wates atau tanya via telpon," terangnya. (Rul)

 

BERITA REKOMENDASI