Pendapatan Pariwisata Rp 2,7 M Diperkirakan Tak Tercapai

Editor: Ivan Aditya

KULONPROGO (KRjogja.com) – Target pendapatan daerah Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo dari sektor pariwisata di 2016 diperkirakan tidak tercapai. Pendapatan dari sektor pariwisata yang disetor ke kas daerah hingga November baru dapat terealisasi 76,8 persen atau sekitar Rp 2,1 miliar. Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kulonprogo di 2016 ditargetkan dapat memberikan kontribusi pendapatan ke kas daerah Pemkab Kulonprogo sebesar Rp 2,7 miliar. Target lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya yang mampu tercapai 108,4 persen atau Rp 2,1 miliar dari target Rp 1,9 miliar.

”Sepertinya sulit tercapai untuk merealisasikan target pendapatan sebesar Rp 2,7 miliar. Laporan terakhir sampai November 2016, baru menyetor ke kas daerah sekitar Rp 2,1 miliar,” ujar Krissutanto, Kepala Disparpora Kulonprogo, Jumat (16/12/2016).

Menurutnya, masih terdapat kekurangan sebesar Rp 641 juta. Menjelang liburan pergantian tahun baru di Desember terjadi peningkatan kunjungan wisata. Kesulitan mencapai target karena dari penarikan pemungutan retribusi ke sejumlah obwis di Kulonprogo sekitar Rp 200 juta per bulan.

Seperti diketahui kontribusi pendapatan daerah dari sektor pariwisata meliputi dari pemungutan retribusi pemakaian jalan seputar Alunalun Wates, Wisma Sermo, Lapangan Tenis, Gedung Kesenian, GOR, Bus Pemkab dan sewa Stadion Cangkring. Pemungutan retribusi tempat khusus parkir di Obwis Waduk Sermo, Goa Kiskendo dan Puncak Suroloyo. Kemudian pemungutan retribusi tempat rekreasi dan olahraga.

Bendahara Disparpora Kulonprogo, Ruri Atmini Retno menjelaskan sebagian besar target pendapatan dari penarikan retribusi dari sejumlah obwis belum tercapai. ”Hingga laporan di akhir November, hanya pendapatan dari Pantai Congot sudah tercapai 104 persen atau Rp 224,6 juta,” ujar Ruri. (Ras)

BERITA REKOMENDASI