Penghapusan Syarat PCR Didukung, Tapi Prokes Jangan Kendor!

Editor: Agus Sigit

KULONPROGO, KRJogja.com – Kebijakan penghapusan syarat tes PCR untuk pelaku perjalanan penerbangan atau transportasi udara mendapatkan dukungan masyarakat. Hasil rapid test antigen kembali berlaku sebagai syarat perjalanan.

Novia Budiarti salah satu penumpang pesawat di YIA berharap pemerintah konsisten dan tidak mengubah-ubah aturan secara mendadak seperti kebijakan sebelumnya.

“Saya sutuju terhadap kebijakan penghapusan persyaratan tes PCR, apalagi saya sudah dua kali vaksin,” jelasnya menyayangkan tentang berubah-ubahnya aturan pemerintah terkait persyaratan penerbangan.

Penumpang lain, Pinkan (21) juga merespon positif penghapusan test PCR, karena meringankan biaya pengguna jasa penerbangan.

“Kebijakan penghapusan test PCR sebagai syarat penerbangan tentu memudahkan para penumpang, tapi tanpa mengabaikan penerapan protokol kesehatan,” tuturnya.

Kebijakan penghapusan PCR untuk penerbangan domestic selain membantu pertumbuhan ekonomi khususnya sektor pariwisata juga menimbulkan kekhawatiran khususnya pada momen libur tahun baru mendatang.

Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan COVID-19 Sonny Harry Harmadi mengatakan pemerintah tengah menyusun strategi untuk mengantisipasi potensi lonjakan kasus menjelang libur akhir tahun. Libur natal dan tahun baru diprediksi bakal menyumbang pengingkatan kasus positif covid-19 karena terjadi mobilitas masyarakat dalam daerah maupun antar daerah.

“Dari segi kepatuhan masih sangat tinggi dengan skor 8,12 untuk pemakaian masker dari skala 1-10. Kepatuhan jaga jarak masih baik. Hanya saja memang 11% kabupaten/kota dengan skor pakai masker kurang dari 60%. Perlu menjadi perhatian kita untuk mendorong disiplin protokol Kesehatan (prokes) karena masih ada potensi gelombang ketiga, apalagi dengan adanya baru AY.4.2 meskipun belum masuk ke Indonesia,” ujar Sonny dalam sesi dialog belum lama ini.

Guna mencegah lonjakan kasus akhir tahun, Sonny menegaskan pemerintah akan memaksimalkan testing. “Kita belajar dari negara lain, saat kasus landai, penurunan kapasitas testing bisa memicu terjadinya lonjakan. Selain itu, pemerintah juga mendorong masyarakat disiplin dalam prokes melalui berbagai komunikasi risiko,” terangnya.

Dia menambahkan, libur akhir tahun tidak hanya dirayakan di dalam negeri, namun juga luar negeri. Untuk itu, ada skrining ketat bagi pelaku perjalanan internasional. “Dan vaksinasi semua kelompok umur akan digencarkan untuk menekan risiko keparahan COVID-19,” ujar Sonny. (Git)

 

BERITA REKOMENDASI