Penularan Covid-19 di Kulonprogo Masih Tinggi

Editor: Ivan Aditya

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo melakukan gevaluasi beberapa hal terkait pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4. Termasuk tentang optimalisasi rumah sakit pemerintah untuk rujukan pasien Covid-19 dan penanganan warga isolasi mandiri (isoman).

“Dalam penerapan PPKM Level 4 hingga 2 Agustus 2021, mobilitas masyarakat memang turun drastis tapi tren penularan virus masih tinggi. Sehingga pada perpanjangan PPKM Level 4 sampai 9 Agustus nanti, gugus tugas melakukan evaluasi. Di antaranya optimalisasi kapasitas rumah sakit rujukan umum daerah dan penanganan pasien Covid-19 yang isoman,” kata Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Kulonprogo yang juga Wakil Bupati (Wabup) setempat Fajar Gegana, Selasa (03/08/2021).

Dalam optimalisasi rumah sakit, gugus tugas berencana menambah jumlah tempat tidur di rumah sakit rujukan dengan mengkonversi tempat tidur layanan umum menjadi kamar isolasi bagi pasien Covid-19. “Untuk peningkatan tempat tidur di RSUD tahapan kami baru 23 persen sementara untuk konversi layanan umum dibuat ruang isolasi telah mencapai 45 persen,” jelasnya.

Untuk penanganan pasien Covid-19 yang menjalani isoman ungkap Fajar, saat ini gugus tugas dan pihak terkait sedang mengoptimalkan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) Giripeni sebagai tempat isolasi terpusat (isoter) bagi pasien Covid-19 dengan gejala ringan dan sedang.

Ditambahkan pendataan rujukan pasien isoter di rusunawa jadi perhatian khusus. Sehingga warga yang masuk sana, pasien yang benar-benar membutuhkan perawatan. Fajar juga minta agar biaya operasional gedung isoter harus betul-betul diperhitungkan. Sehingga tidak mengalami kekurangan biaya apabila pasien positif meningkat.

Sementara Bupati Sutedjo mengingatkan, tugas yang mereka emban mengandung beban moral tidak ringan. Sehingga dirinya tidak mau mendengar ada kejadian warga yang menjalani perawatan di isoter meninggal. “Saya minta semuanya melakukan yang terbaik supaya pasien yang dibawa ke isoter kembali sehat,” tegasnya.

Ketua Satgas Isolasi Terpusat Rusunawa Giripeni Letkol Inf Yefta Sangkakala mengungkapkan, saat ini kesiapan lokasi isoter sudah mencapai 80 persen, mencakup aspek sarana prasarana hingga petugas kesehatan. Untuk kelancaran pelaksanaan pihaknya terus berkoordinasi dengan dinas/ instansi terkait. Diantaranya dinas kesehatan, dinas sosial, dinas pekerjaan umum dan pihak kepolisian.

Kepala Dinas Kesehatan dr Sri Budi Utami MKes mengatakan, pihaknya terus merekrut nakes untuk merawat pasien isoter di Rusunawa Giripeni. (Rul)

BERITA REKOMENDASI