Penyelenggara Pendidikan Bebas Tentukan Pilihan

Editor: Ivan Aditya

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Penyelenggara pendidikan SMA/SMK negeri dan swasta diberikan kebebasan hari sekolah. Bagi yang sudah siap bisa melaksanakan lima hari sekolah terhitung mulai masuk pertama Tahun Baru 2018.

Kepala Balai Pendidikan Menengah Kulonprogo, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) DIY Henry Tatik Widayati mengungkapkan, penyelenggara pendidikan menengah harus memberikan surat pemberitahuan yang akan melaksanakan lima hari sekolah.

”Dalam rapat koordinasi di Disdikpora DIY, SMA/SMK diberikan kebebasan menentukan hari sekolah. Sarana prasarana pendukung seharusnya sudah siap bagi sekolah yang melaksanakan lima hari sekolah,” kata Henry Tatik Widayati di ruang kerjanya, Jumat (29/12/2017).

Menurutnya, hingga laporan terakhir belum ada penyelenggara pendidikan mengirimkan surat pemberitahuan resmi ke Balai Pendidikan Menengah. Sekolah diberikan kebebasan akan melaksanakan lima hari sekolah atau tetap melaksanakan enam hari sekolah.

Bagi penyelenggara pendidikan yang melaksanakan lima hari sekolah, ucapnya, kegiatan belajar mengajar dalam satu minggu berlangsung mulai Senin sampai Jumat. ”Pada hari Sabtu bisa digunakan sekolah untuk kegiatan kemasyarakatan,” ujarnya.

Meskipun belum ada surat pemberitahuan resmi, dalam pertemuan sudah ada pemberitahuan informal, SMK negeri dan sejumlah SMA negeri di Kulonprogo sudah ada yang siap melaksanakan lima hari sekolah. Sedangkan sejumlah sekolah swasta karena pertimbangan tertentu masih akan melaksanakan enam hari sekolah.

”Informasi terakhir yang kami terima untuk SMAN 1 Wates dan SMAN 1 Temon juga masih akan melaksanakan enam hari sekolah,” jelasnya. (Ras)

BERITA REKOMENDASI