Perbaikan Jalan Clapar-Blubuk Tertunda

WATES (KRjogja.com) – Pertemuan warga Pedukuhan Blubuk Desa Sendangsari Kecamatan Pengasih dengan manajemen perusahaan penambangan batu andesit PT Harmak Indonesia yang membahas kerusakan jalan akibat mobilisasi armada pengankut hasil tambang andesit belum menemui titik temu.

PT Harmak menyatakan siap membangun jalan yang rusak dengan dana sekitar Rp 4 miliar secara bertahap, tapi tidak direspons warga. Mereka menyatakan akan menggelar pertemuan terlebih dahulu baru menyatakan sikap menerima atau menolak armada pengangkut batu andesit melintas di pedukuhan Blubuk. Hal itu terungkap pada mediasi yang digagas Bupati dr Hasto Wardoyo di rumah dinas bupati dipimpin Assekda II Triyono SIP dan dihadiri Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Ir Sukoco, Kapolres AKBP Nanang Djunaedi dan sejumlah kasat, Dirut sekaligus pemilik PT Harmak Indonesia, Umar Said serta 50-an warga Pedukuhan Blubuk.

"Pemerintah berharap mediasi bisa menyelesaikan permasalahan dan pemkab netral dalam penyelesaiannya," tegas Triyono, Rabu (27/07/2016).

Kapolres AKBP Nanang Djunaedi menjelaskan, mediasi sangat penting agar konflik tidak meluas. Tidak hanya terhadap PT Harmak dengan masyarakat Blubuk, tapi juga dengan perusahaan penambangan lain termasuk warga terdampak bandara. Pihaknya minta warga dan  perusahaan menggunakan pikiran jernih dalam mencari solusi.

"Setiap persoalan pasti ada solusinya. Jangan sampai masalah berakhir dengan perkara hukum. Sebab PT Harmak juga mengantongi perizinan dan sah secara hukum. Sehingga ketika jalan mereka ditutup dan perusahaan merugi juga akan menjadi perkara hukum. Kepolisian akan bertindak netral mengamankan warga dan perusahaan agar tidak ada yang dirugikan,” jelasnya.

Direktur PT Harmak Indonesia Umar Said mengakui jalan yang dipakai untuk kegiatan penambangan andesit telah rusak. Tapi perusahaan juga tidak tinggal diam. Sebab jalan akan segera diperbaiki, dengan konsultasi kepada DPU. (Rul)

 

 

BERITA REKOMENDASI