Pergaulan Bebas Tidak Terkontrol, Dispensasi Kawin Meningkat

Menghadapi seperti itu, lanjut Sundus, jelas menjadi dilema bagi para hakim yang menyidangkan dispensasi kawin ini. “Apalagi ketika yang wanita sudah hamil. Upaya yang kita bisa lakukan, sebelum melakukan pendaftaran ke sini mereka kita perintahkan untuk melakukan konseling di Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) miliknya Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A). Memang ada yang minta dispensasi kawin tidak hamil duluan, karena memang sudah siap menikah, namun ini tidak banyak,” tambah Sundus.

Terpisah, Drs Mardiya Kepala Bidang Pengendalian Penduduk pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMDDaldukKB) Kulonprogo menyatakan, adanya peningkatan dispensasi kawin merupakan pertanda bahwa Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) harus ditingkatkan.

“Ini bisa dengan melibatkan segenap komponen masyarakat (tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh formal, PKK, karang taruna dan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK R),” kata Mardiya, Jumat (10/7/2020).

Juga perlu KIE tentang bahaya pergaulan bebas yang berefek pada perilaku seks bebas yang menyebabkan kecelakaan atau hamil di usia remaja yang endingnya harus nikah di usia dini. “Apalagi Pengadilan Agama Kulonprogo menyatakan bahwa nikah dini di Kulonprogo sebagian besar disebabkan karena ‘kecelakaan’ atau hamil dahulu,” ujar Mardiya.(Wid)

BERITA REKOMENDASI