Peringatan Harganas Tingkat DIY, Upaya Penurunan Stunting Masuk RPJMD

Editor: Ary B Prass

KULONPROGO, KRJogja.com – Kebijakan dan strategi pencegahan stunting di Kabupaten Kulonprogo dilakukan melalui intervensi gizi spesifik oleh sektor kesehatan. Sedangkan intervensi gizi sensitif dilakukan oleh beberapa sektor terkait di organisasi perangkat daerah (OPD) di luar kesehatan. Ini yang mengedepan dalam peringatan Hari Keluarga Berencana Nasional (Harganas) ke-28 tingkat DIY Tahun 2021 secara virtual melalui video konferensi di Ruang Media Center, Gedhong Pracimosono, Komplek Kepatihan, Yogyakarta, Selasa (29/6/2021).
“Sosialisasi informasi dan edukasi tentang pengasuhan 1.000 HPK diberikan di setiap kesempatan baik di posyandu, kampung KB maupun pada masyarakat umum di seluruh Kulonprogo,” kata Bupati Kulonprogo Drs Sutedjo disela mengikuti acara tersebut.
Upaya penurunan balita stunting sudah masuk dalam indikator target dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Rencana aksi daerah penanggulangan stunting sudah dibuat dan diterbitkan Peraturan Bupati (Perbup) nomor 6/ 2020 tentang perubahan Perbup nomor 37/2018 tentang Penanganan Stunting.
Dalam hal implementasi pelaksanaan program di kampung keluarga berkualiatas di Kulonprogo, Sutedjo menyebut hingga 2020, telah terbentuk 26 Kampung KB.
Sementara itu Gubernur DIY Sri Sultan HB X dalam sambutan tertulisnya dibacakan Wakil Gubernur KGPAA Paku Alam X menjelaskan, peringatan Harganas momentum penting dan strategis untuk membuka nurani keluarga dan masyarakat agar lebih memberikan perhatian terhadap peran dan fungsi masing-masing, sehingga rasa kebersamaan antara keluarga dan sesama warga melalui peran nyata dalam berbagai aktifitas, dalam upaya membangun keluarga bebas stunting demi kejayaan Indonesia yang kita cintai.
Keluarga menjadi ruang edukasi sekaligus pengawasan dalam menjalankan program pencegahan, mulai dari pola hidup sehat dan pemberian asupan makanan yang dibutuhkan.
Selain keluarga, program pencegahan stunting perlu dikolaborasikan dengan semua pihak. Seperti, sekolah untuk edukasi pencegahan di kalangan remaja ataupun penyuluhan gizi di masyarakat. (Rul)

BERITA REKOMENDASI