Peringatan Hut Ke-49 PDI Perjuangan, Tanam Pohon di Kompleks Panti Marhaen

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan pernah mengalami kemenangan politik selama dua periode berturut-turut dan menjadi partai terbesar sepanjang masa reformasi. Kondisi tersebut bisa diraih melalui sejarah panjang penuh air mata dan berdarah-darah. Kebangkitan kaum Sukarnois di bawah komando Megawati Soekarno Putri bukan hal yang mudah dan penuh hambatan. Sepanjang tahun 1973 sampai 1992 PDI selalu diwarnai konflik internal partai.

“Kehadiran Bu Megawati tahun 1986 dalam politik praktis bukan situasional dan tiba-tiba tapi bagian dari kerja alam. Ibu Mega dibesarkan dan dididik Bung Karno secara tak langsung memahami pola kerja negara Republik. Sepanjang 1993-1996 pemerintah yang berkuasa waktu itu memiliki upaya untuk ‘menghabisi pengaruh kuat’ Megawati, sehingga terjadi peristiwa berdarah 27 Juli 1996 yang mengakibatkan banyak korban nyawa,” kata Wabup Kulonprogo Fajar Gegana saat menjadi irup upacara Peringatan HUT ke-49 PDIP di halaman Panti Marhaen, Tobanan, Kalurahan/Kapanewon Pengasih, Senin (10/1/2022).

Upacara peringatan juga diwarnai penanaman bibit pohon secara simbolis dan pemotongan tumpeng oleh Wabup Fajar Gegana di Kompleks Panti Marhaen. Selain itu juga mengikuti zoom meeting dengan DPP PDIP.

Pada masa reformasi PDIP dihadapkan pada situasi politik paling liberal sepanjang sejarah negeri ini dan memenangkan 33,4% suara pemilu yang merupakan suara terbesar sepanjang reformasi. “Pada 2004 PDIP konsisten jadi partai di luar pemerintahan dan saat itu Bu Megawati secara bertahap melakukan pembenahan infrastruktur partai lewat kaderisasi maupun pembentukan mesin politik sampai unit terkecil di tingkat akar rumput,” ungkapnya.

BERITA REKOMENDASI