Perkembangan Covid-19 di Kulonprogo Masih Tinggi

Editor: KRjogja/Gus

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Perkembangan Covid-19 di Kabupaten Kulonprogo masih cukup tinggi. Pada Selasa (13/07/2021) ada penambahan positif 482 orang.

“Memang masih banyak. Itu merupakan hasil tracing, kontak erat dan sebagainya,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Kulonprogo drg Baning Rahayujati MKes, Selasa (13/07/2021).

Terhadap pelaksanaan PPKM Darurat, kata Baning, baru akan dirasakan dampak intervensi adalah setelah 2 minggu kemudian. Jadi bisa dilihat dampaknya adalah 2-4 minggu setelahnya. “Karena masa inkubasi antara 2-14 hari. Situasi saat ini adalah akibat 2-4 minggu sebelumnya,” ujarnya.

Lebih jauh, Baning menuturkan, posisi bangsal isolasi RS Rujukan Kulonprogo, BOR Bangsal 83 persen dn BOR dengan antrean/IGD 109,8 persen. RSUD Wates 40 TT 32 dan IGD/antrean 14. RSUD NAS 24 TT terisi semua dan IGD/antrean 8. Sedangkan RS swasta terdapat 28 dan terisi 20 serta antrean/IGD 3.

Sementara itu, Fajar Gegana Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Kulonprogo Fajar juga menyatakan, perkembangan Covid-19 semakin hari semakin meningkat. Masih banyak terjadi pemaparan Covid, setiap hariannya ada laporan yang rata-rata 150 kasus. Diharapkan tracing, testing, dan treatment (3 T) harus diperkuat.

“Kondisi sekarang ini penularannya secara masif terus terjadi. Apalagi di tingkat keluarga. Saat ini yang banyak di tingkat keluarga. Tahu-tahu ada satu keluarga kena Covid. Terus menular ke anggota keluarga yang lain,” kata Fajar Gegana.

BERITA REKOMENDASI