Permintaan Bibit Ikan di Kulonprogo Meningkat

Editor: Ivan Aditya

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Memasuki musim penghujan, permintaan bibit ikan air tawar di Kulonprogo mengalami peningkatan seiring ketersediaan air di kolam pembesaran. Peningkatan permintaan masyarakat tidak signifikan dibandingkan sebelum masa pandemi Covid-19.

Sejumlah petani budidaya bibit ikan di Kapanewon Pengasih menungkapkan keterbatasan memiliki persediaan bibit seperti lele, nila dan gurami siap tebar di kolam pembesaran. Untuk mendapatkan bibit, harus melalui pemesanan terlebih dahulu.

Prawoto (65), pembudidaya bibit lele di Klegen, Kalurahan Sendangsari mengakui memasuki musim penghujan ada peningkatan permintaan bibit lele. Pada saat persediaan bibit terbatas, dalam satu bulan hanya dapat memenuhi permintaan sekitar sepuluh ribu ekor.

“Di musim penghujan ada peningkatan dibandingkan permintaan di musim kemarau. Tetapi tidak sebanyak permintaan di musim hujan sebelum ada Covid-19,” ujar Prawoto.

Menurutnya, di musim penghujan tinggal memiliki persediaan bibit lele ukuran 7-9 dan 9-12 yang dijual dengan harga antara Rp 500 – Rp 600 per ekor. Sebelum pandemi Covid-19 pada musim penghujan di tahun 2019, dalam satu bulan mampu menjual bibit sekitar 25 ribu ekor.

Koordinator Unit Kerja Budidaya Air Tawar (UKBAT) Sendangsari, Muhammad Alam mengakui ada peningkatan permintaan bibit di tengah produksi bibit turun. Pembudidaya ikan harus antre untuk mendapatkan telur maupun bibit ikan gurami.

“Di musim penghujan ada peningkatan permintaan bibit ikan. Terutama untuk kalangan pembudidaya bibit dan pembesaran ikan di Kulonprogo. Sebagian pembudidaya menggantungkan ketersediaan air hujan,” tutur Muhammad Alam.

Menurutnya, dalam satu bulan hanya mampu menghasilkan telur ikan gurami antara 25 ribu sampai 30 ribu butir dan bibit ikan sekitar empat ribu ekor. Pemesanan masih berwujud telur untuk ditetaskan menjadi bibit. (Ras)

BERITA REKOMENDASI