Permohonan Data Ulang Ditolak BPN, Alternatif Konsinyasi

Editor: KRjogja/Gus

TEMON (KRJogja.com) – Warga yang hadir di tempat pembayaran ganti kerugian pengadaan tanah New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Balai Desa Glagah Kecamatan Temon selama dua hari, Senin-Selasa (7-8/11) cukup banyak. Terbukti dari pemilik sekitar 338 bidang yang diundang Tim Pelaksanaan Pengadaan Tanah NYIA yang hadir mencapai 80-an persen.

"Jadwal pembayaran ganti kerugian lahan bandara putaran kedua empat hari, masing-masing tiga hari di Balai Desa Glagah yakni Senin-Rabu (7-9/11). Sedangkan dua hari lagi Rabu-Kamis (8-9/11) di pusatkan di Balai Desa Palihan. Untuk tingkat kehadiran warga cukup menggembirakan. Seperti di Glagah I hampir semua warga yang diundang hadir," kata Finance Department Head PT Angkasa Pura (AP) I Umar Supriyadi di sela pembayaran ganti kerugian.

Dijelaskan anggaran yang akan digelontorkan PT AP I selama pembayaran ganti kerugian putaran kedua di Balai Desa Glagah dan Palihan sebesar Rp 230 miliar, terdiri atas Rp 186 miliar untuk warga baru yang belakangan menyusul minta diukur atau didata ulang. Sedangkan sisanya Rp 44 miliar merupakan warga yang pada pembayaran ganti kerugian putaran pertama belum menerima, karena berkas belum lengkap dan masih berada di luar kota.  

"Kalau untuk keseluruhan dana ganti kerugian lahan bandara mencapai Rp 4 triliun. Tapi saat ini sampai pembayaran ganti kerugian putaran kedua selesai baru sekitar Rp 2,5 triliun," ujarnya, Selasa (8/11). Sedangkan dana untuk ganti kerugian Paku Alam Ground (PAG) dan fasilitas umum (fasum) serta fasilitas khusus (fasus) baru akan diberikan setelah ganti kerugian lahan warga selesai. (Rul)

BERITA REKOMENDASI