Permukaan Air Bogowonto Bertambah

Editor: Ivan Aditya

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Petani tambak udang Pasir Kadilangu, Desa Jangkaran, batal membuka sowangan atau muara Sungai Bogowonto yang tertutup pasir laut selatan karena luapan banjir akibat hujan belum begitu mengkhawatirkan. Dari pemantauan di Sowangan Sungai Bogowonto, Minggu (08/12/2019), permukaan air sungai terus bertambah.

Meskipun demikian belum ada tanda-tanda datangnya banjir besar. Sedangkan kondisi sowangan karena tidak dapat mengalir ke laut.

Baca juga :

Siap – siap! Libur Nataru, Yogya Diprediksi 'Mbludak'
Waspada! Hujan-Angin Kencang Masih Berpeluang Terjadi di Jogja

“Tadi pagi sudah ada beberapa petani tambak mendatangi sowangan. Mungkin akan membuka sowangan tetapi tidak jadi karena melihat kondisi air sungai, belum ada banjir,” ujar Suroto, nelayan di Sowangan Bogowonto.

Menurutnya, sudah ada penambahan ketinggian permukaan air sungai di sowangan sekitar satu meter. Belum ada tanda-tanda banjir karena genangan air sungai masih jernih. Rekan Suroto, Rubingan mengatakan sempat hujan deras dua kali di wilayahnya. Masyarakat sekitar sowangan, termasuk para petani tambak selalu meningkatkan kewaspadaan untuk membuka sowangan.

Pemerintahan Desa Jangkaran, katanya, sudah mengawali dengan membuka sebagian sowangan sepanjang kurang lebih 100 meter menggunakan alat berat yang tertutup pasir. Masyarakat wilayah setempat menyebutnya ‘dimagangkan’.

Pembuatan saluran tersebut untuk memperlancar arus air jika sewaktu-waktu banjir besar. “Memang permukaan air sungai ada kenaikan tetapi belum waktunya sowangan dibuka,” tutur Rubingan. (Ras)

BERITA REKOMENDASI