Pertama Kali dalam Sejarah, BPJS Kesehatan Bayar Klaim di Muka

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Pembayaran klaim atas layanan kesehatan yang dilakukan oleh rumah sakit telah dibayarkan dengan cepat oleh BPJS Kesehatan. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti pada Pertemuan Kunjungan Kerja Reses Komisi IX DPR-RI di Aula Adikarta, Gedung Kaca, Kabupaten Kulon Progo, Senin (27/12/2021). Ghufron bahkan menyatakan bahwa pihaknya memberikan uang muka kepada rumah sakit mitra untuk memastikan aliran dana (cashflow) dapat berjalan dengan lancar.

“Ini merupakan pertama kalinya dalam sejarah BPJS Kesehatan, kami membayarkan uang muka klaim kepada rumah sakit. Harapannya rumah sakit dapat lebih fokus dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada peserta JKN-KIS,” ungkap Ghufron.

Sebagai informasi, pemberian uang muka klaim yang diusung oleh BPJS Kesehatan ini dinamai sistem pembayaran Global Budget. Sistem baru ini memberikan kesempatan bagi rumah sakit untuk mengelola dan merestruktirusasi anggarannya secara lebih fleksibel. Sistem baru ini juga memberikan kepastian anggaran operasional rumah sakit. Saat ini Global Budget sedang dalam tahap uji coba di beberapa kota dan kabupaten di Indonesia, salah satunya adalah Kabupaten Kulonprogo.

“Pada tahun 2021 ini kami sudah merealisasikan pembayaran klaim sebesar 1,2 trilyun lebih untuk wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY),” tambah Ghufron.

Senada dengan yang disampaikan oleh Ghufron, Direktur RSUD Wates, Lies Indriyati menyatakan bahwa pembayaran klaim layanan kesehatan yang dijamin oleh BPJS Kesehatan sudah diterima secara lancar. RSUD Wates merupakan salah satu rumah sakit yang terpilih sebagai bagian dari pilot project penerapan sistem Global Budget.

“Alhamdulillah Kulon Progo termasuk dalam bagian dari ujicoba sistem baru ini. Pembayaran klaim BPJS Kesehatan sudah lancar kami terima. Kami juga menerima uang muka pembayaran klaim,” ujarnya.

Untuk melayani peserta JKN-KIS di DIY, BPJS Kesehatan telah bekerjasama dengan 389 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan 67 rumah sakit. Hampir semua rumah sakit yang tersebar di wilayah DIY telah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan. Tidak hanya bekerjasama memberikan pelayanan secara umum, fasilitas kesehatan juga bekerjasama memberikan layanan digital dengan penerapan sistem antrean online. Sistem ini memungkinkan peserta JKN-KIS untuk mengakses nomor antrean dari gawai masing-masing. Melalui Mobile JKN, peserta JKN-KIS dapat mengambil nomor antrean dan mengetahui perkiraan waktu tunggu.(*)

BERITA REKOMENDASI