Perubahan Nama Desa Diharapkan Hadirkan Keistimewaan DIY

Editor: Ivan Aditya

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Perubahan sebutan nama pemerintahan desa menjadi kalurahan seharusnya bisa menghadirkan keistimewaan DIY sampai di pedesaan. Para kepala desa (kades) dan perangkat desa di Kulonprogo mengharapkan perubahan nomenklatur tersebut bisa segera dilaksanakan.

Ketua Paguyuban Kades Kulonprogo 'Bodronoyo', Sigit Susetyo mengungkapkan rencana perubahan untuk sebutan desa tersebut sesuai harapan para kades dan perangkat desa di DIY. Menurutnya, masih tetap berpegang pada UU mengenai desa, kelembagaan pemerintahan ditingkat desa bisa diganti dengan sebutan lain. Karena di DIY juga menjalankan UU Keistimewaan, kelembagaan pemerintahan desa harus dikembalikan ke sejarah kehadiran desa.

"Ini sesuai keinginan para kades dan perangkat desa. Melalui perubahan nomenklatur desa menjadi kalurahan ini diharapkan diantara kewenangan urusan keistimewaan bisa hadir sampai di tingkat desa," ujar Sigit Susetyo.

Bodronoyo mengharapkan rancangan perubahan nomenklatur desa menjadi kalurahan, segera ditetapkan menjadi Peraturan Gubernur DIY. Dalam pelaksanaannya, urusan kewenangan keistimewaan bisa hadir sampai di tingkat desa.

Sigit Susetyo mengakui keistimewaan DIY tersebut telah hadir dan dirasakan kades dan perangkat desa. Salah satu di antaranya, tanah bengkok sebagai penghasilan tambahan bagi kades dan perangkat desa.

"Selama ini kehadiran keistimewaan desa di DIY belum terlihat jelas. Selain mendapatkan tanah bengkok, harapan ada tambahan kewenangan, desa bisa mengelola dana keistimewaan," jelasnya. (Ras)

BERITA REKOMENDASI